|
Rencana
Allah dengan manusia
(Plan
of God with mankind)
Semua
disekitar kita dan diatas kita mengatakan,
ALLAH ITU ADA.
Dibumi
dan dilaut dan dilangit kita melihat pekerjaan-pekerjaanNya
yang agung. Di dalamnya terdapat hukum dan rencana dan kuasa.
Sekarang
tiap hukum ada pembuatnya; tiap rencana ada perencanaannya,semua
kuasa datang dari sesuatu pusat.Planit-planit yang bersinar
di langit pada waktu siang dan malam berbicara kepada kita
tentang Ia yang menciptakannya.
Matahari,
bulan dan bintang-bintang berbicara kepada orang laki-laki
maupun perempuan dari semua negeri,dan menceriterakan tentang
kuasa Allah yang Agung,tentang kebijaksanaanNya dan kasihNya.Bacalah
apa yang telah dikatakan,tentang hal-hal ini oleh orang-orang
yang hidup lama sebelum zaman kita. (Mazm. 8:3,4
Mazm.19:1-6; Ayub.38:31-33; Yes.40:26.)
Sekarang,apabila
Allah itu ada,kita boleh yakin bahwa
HANYA ADA SATU ALLAH YANG SEJATI.
Pada
zaman yang telah lalu, orang-orang banyak menyembah dewa-dewa.
Mereka membuat berhala-berhala menurut ciptaannya sendiri
dari kayu dan batu. Dewa-dewa ini palsu. Dewa-dewa ini tidak
dapat melihat atau mendengar, juga tidak dapat berpikir atau
bercakap-cakap, atau merasa (Mazm.115:4-8). ALKITAB memperkenalkan
kepada kita Allah yang HIDUP DAN SEJATI. Inilah beberapa
hal yang menceriterakan Alkitab kepada kita mengenai
Allah itu.
-
ALLAH
ESA adanya, Ia tidak memiliki persamaan,Ia berada
diatas semuanya.
(Bacalah Ul.6:4; Yes.45:5,22;
1 Kor.8:6; Ef.4:6).
-
ALLAH
tiada bermula, Ia telah ada sepanjang waktu dan akan ada
selama-lamanya. (Mazm.90:1,2; Yes.40:28; 1
Tim.1:17).
-
ALLAH
bertahta di sorga, namun dengan RohNya (kuasaNya) Allah
mengisi semua ruang. Dengan cara itu begitu Allah berada
disemua tempat untuk melihat dan mendengar dan berbuat.
(Mazm.139:1-12; Mat.6:9).
ALLAH
MEMPUNYAI RENCANA
ALLAH
menciptakan langit, bumi, dan bangsa-bangsa diatas bumi.Allah
menetapkan batas-batasnya dan mengatur kelangsungan hidup
mereka. (Kej.1:1; Neh.9:6; Dan.4:17; Kis.17:24-28).
ALLAH
tidak menciptakan bumi dengan sia-sia,Allah menciptakannya
untuk diisi dengan orang-orang yang akan memuliakan NamaNya.
Keadaan dunia yang jahat pada dewasa ini disebabkan dosa-dosa
manusia. Tetapi rencana Allah yang difirmankanNya lama sekali,akhirnya
adalah "Bumi harus diisi dengan kemuliaanNya" (Lihat
Bil.14:21; Yes.11:9; Yes.45:18; Hab.2:14).
ALLAH
adalah ALLAH PENGASIH. Sebenarnya "Allah adalah Kasih"
(1Yoh.4:8). Allah adil, murni dan suci,penuh rakhmat
dan ampun.Allah menyuruh manusia agar seperti diriNya.Allah
memberitahukan kita,bahwa mereka yang patuh padaNya, akhirnya
akan diperkenankan ikut memiliki sifatNya yaitu hidup selama-lamanya
dalam kemuliaan dan kuasa. (Kel.34:6,7; Ul.32:4; Mat.5:48;
2 Pet.1:4).
ALLAH
memperkenalkan rencanaNya dan caraNya didalam ALKITAB. Itu
adalah kitab yang semua orang harus membaca, karena ALKITAB
ADALAH FIRMAN.
Alkitab
berasal dari padaNya. Jadi Alkita benar seluruhnya. Alkitab
meyakinkan ; Alkitab tidak bisa gagal. Allah mengisi fikiran
orang-orang yang menulisnya dengan hal-hal yang diinginkanNya
agar kita mengetahui menghenai DiriNya,dan mengenal rencanaNya
atas bumi ini dan manusia yang hidup diatasnya.Alkitab memberitahukan
kepada kita apa yang telah dikerjakan oleh Allah pada waktu
yang lampau, dan apa yang akan dilaksanakan dalam hari-hari
yang mendatang,untuk mewujudkan rencana ini.
Alkitab
memberitakan kepada manusia Hukum Allah untuk membimbingnya
dalam kehidupan,sehingga pada masa yang akan datang,manusia
dapat memperoleh kehidupan kekal (2 Tim.3:15-17).Apabila seseorang
tidak membaca Alkitab,ia berjalan dalam gelap.Raja Daud telah
bersabda: "FirmanMu adalah pelita bagi kakiku dan cahaya
bagi jalanku" (Mazm.119:105). Sementara Rasul Petrus
menulis mengenai hal itu sebagai "cahaya yang bersinar
ditempat gelap,maka baik kamu perhatikan" ( 2 Pet.1:19).
Karena
kita sekarang menulis tentang rencana Allah dengan manusia,
kita akan memperhatikan berkali-kali Firman Allah yang Agung
ini.Kita minta,hendaklah anda mempelajari bersama kita,bagian-bagian
yang kita kutip.
Sekarang,
marilah kita lihat apa yang dikatakan Alkitab,yang mengisahkan
kepada kita tentang manusia. Didalam Buku pertamanya (Alkitab
terdiri 66 Buku seluruhnya) kita diberi tahu bahwa.........
ALLAH
MEMBUAT MANUSIA DARI DEBU
Manusia
dibuat menjadi "Jiwa hidup", yaitu makhluk yang
hidup,pada waktu ditiupkan oleh Allah "nafas kehidupan"
(Kej.2:7). Adam (orang laki-laki yang pertama) dan Hawa, istrinya
(yang telah dibentuk dari salah satu tulang rusuknya Adam)
ditempatkan dibawah hukum.Dengan cara ini Allah menguji mereka.
Allah menempatkan mereka di Taman Firdaus untuk mencobanya,dan
berfirman kepada mereka, bahwa mereka boleh makan buah-buahan
dari pohon apa saja, kecuali satu. Apabila mereka makan buah
dari pohon itu, mereka akan mati (Kej.2:17).
KEMATIAN
TIBA KARENA DOSA
Ini
merupakan kisah sedih. Mereka digoda dan jatuh.Yaitu,mereka
berdosa, pertama perempuan itu,kemudian laki-laki (Kej.3:6;
1 Tim.2:14). Allah menepati janjiNya,bahwa mereka sekarang
harus mati (Kej.3:19), dan mati lah mereka (Kej.5:5).
Setelah
Adam berdosa, Allah berfirman kepadanya, yaitu kepada orang
(yang sebenarnya) Adam: "Debu adalah asalmu, dan kepada
debu engkau akan kembali". Tetapi mereka itu tidak mati
segera.Allah mengusir mereka dari taman tersebut untuk memperoleh
kehidupan dengan susah payah dan dalam kesedihan, "sampai"
mereka kembali menjadi debu. Anak-anak dilahirkan daripada
mereka, Anak-anak ini juga akan mati, dan begitu seterusnya.
Kematian memerintah atas semuanya. Lama sesudah zamannya Adam,
Rasul Paulus menulis:"Oleh dosa seorang memasuki dunia,dan
kematian oleh dosa itu;demikian kematian menimpa semua orang,karena
telah berdosa" (Rom.5:12).
Sekarang,marilah
kita bertanya: Apakah kematian itu? Apa yang dapat dipikirkan
oleh orang-orang mengenai hal ini tidak akan dapat menolong
kita sama sekali. Kita harus kembali kepada Alkitab.Apabila
kita mengetahui, apa kematian itu sebenarnya, kita dapat mengetahui
betapa besarnya kebutuhan manusia akan keselamatan. Tetapi
kita juga dapat mengetahui, betapa besar kecintaan Allah terhadap
manusia, dalam mempertemukan kebutuhan manusia dengan rahmatNya.
Sekarang
Alkitab dalam (Pkh. 9:5) menceriterakan kepada kita:
"Orang-orang yang hidup mengetahui bahwa mereka akan
mati, tetapi orang mati yang tidak mengetahui apa-apa".
ORANG
YANG MATI TIDAK MENGETAHUI APA-APA
Bila
seseorang dilahirkan,ia mulai hidup; bila ia meninggal,ia
berhenti hidup.Itulah kebenaran sederhana dari Alkitab.
Tubuh kembali menjadi debu,seperti firman Allah,dan roh atau
nafas kehidupan kembali kepada Allah yang memberinya (Pkh.
12:7). Orang hidup yang terbentuk dari dua unsur ini,tidak
ada lagi.Nasib kita akan menjadi gelap,kecuali apabila Allah
memberikan kepada kita pengharapan diatas liang kubur.
ALLAH
MENGIRIM PUTERANYA UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA
Dari
kematian,dan memberikan kehidupan yang kekal (Yoh.3:16; Yoh.10:10).
Itu tentu saja, apabila manusia menerima caraNya. Allah minta
agar manusia bertobat dan kembali kepadaNya. Allah menawarkan
untuk mengampuni dosa mereka,asalkan mereka berbuat itu (Yes.55:7;
Kis.2:38). Dengan cara ini Allah menunjukkan kecintaanNya
kepada dunia yang telah hilang. Allah mengirim PuteraNya untuk
membimbing manusia kembali kepadaNya, sebagai seorang gembala
yang membawa kembali dombanya yang sesat (1 Pet.2:25). Yesus
bersabda, bahwa Ia adalah Gembala yang baik,yang memberikan
hidupNya untuk domba itu (Yoh.10:11).
YESUS
PUTERA ALLAH
Di
Firdaus Allah telah berfirman - setelah nenek-moyang kita,
manusia pertama berdosa terhadapNya, bahwa keturunan orang
perempuan itu akan meremuk kepala ular (Kej.3:15). Ular adalah
penggoda orang perempuan itu dan penyebab dosa. Hawa telah
bertindak atas kebohongan ular: "Engkau niscaya tidak
akan mati" (Kej.3:4). Jadi ular itu datang mewakili dosa.
Meremuk kepala ular itu berarti mengakhiri dosa, dan semua
kejahatan yang dibawa oleh dosa kepada manusia. Tetapi siapakah
keturunan orang perempuan itu yang akan membawa semua ini
menurut firman Allah? Itu adalah Yesus (Kis.2:22) yang difirmankan
Allah: "Inilah AnakKu yang kukasihi, kepadaNya Aku berkenan"
(Mat.3:17).Allah berkenan kepadaNya, sebab seperti kata Yesus
sendiri,Ia berbuat "hal-hal yang selalu menyenangkan
BapaNya" (Yoh.8:29).
Didalam
buku Galatia 4:4 kita membaca "Tatkala genap masanya,Allahpun
menyuruhkan AnakNya yang lahir daripada seorang perempuan"
Yesus adalah benih perempuan itu.
BENIH
PEREMPUAN
Sebab
orang laki-laki bukanlah BapaNya,walaupun orang perempuan
itu adalah ibuNya. BapaNya adalah Allah sendiri.Alkitab menyatakan,bahwa
Allah memilih anak
perawan Yahudi,Maria, untuk menjadi ibu dari PuteraNya. Untuk
menjadi demikian, ia disentuh dengan kuasa yang besar dari
Allah. Malaekat Allah berkata kepadanya "Rohul Kudus
akan datang kepadamu .......oleh karena itu,hal yang suci
yang akan kau lahirkan akan disebut Putera Allah" (Luk.1:35).
ROHUL
KUDUS
Rohul
Kudus adalah Roh (yang dipisahkan) untuk sesuatu pekerjaan
yang khusus. "Kudus" artinya terpisah atau dipisahkan.
Dengan kuasa tersebut Allah melahirkan Yesus dan kemudian
di dalam kehidupan Yesus-ketika Ia dibaptiskan oleh Yohanes
disungai Yordan - Allah memberiNya Rohul Kudus. Dengan ini
berarti, Allah tinggal didalam PuteraNya,berbicara kepada
Israel melaluiNya,dan berbuat keajaiban-keajaiban yang kita
baca dalam kehidupan Yesus (Mat.3:16; Yoh.3:34,5:19,8:28,
10:14, Kis.10:28). "Hal yang suci" itu, yang dilahirkan
daripada Maria telah diberi nama sebelum dilahirkan. Lagi
Malaekat Allah yang mengatakan : "Hendaklah engkau menyebut
namaNya Yesus,karena Ia akan menyelamatkan bangsaNya dari
dosa mereka" (Mat.1:21). Nama "Yesus", berarti
"Allah yang menyelamatkan". Sekarang dengan jalan
apa Yesus menyelamatkan dari dosa: Alkitab mengatakan: "
Melalui Iman dalam darahNya"(Rom.3:25). Kitab yang sama
berkata juga: ORANG YANG BENAR AKAN HIDUP DENGAN IMAN
Marilah
kita lihat dalam hal-hal ini. Iman adalah sesuatu tindakan
fikiran, dengan apa kita mempercayai hal-hal yang tidak bisa
kita lihat dengan mata.Alkitab menjelaskan, bahwa tanpa Iman,
tak seorangpun dapat menyenangkan Allah (Ibr.11:1,6). Allah
menyuruh orang memper cayai PuteraNya - dalam apa yang telah
diperbuat melaluiNya (Yoh.3:16; Rom.10:9,11). Apa yang telah
diperbuat melalui Yesus diwaktu yang lampau? Dosa telah dikalahkan,
kematian telah dirampas kekuasaannya, kehidupan kekal telah
didatangkan (2 Tim.1:10).
Sekarang
Yesus adalah se-orang telah diselamatkan. Ia "buah pertama"
dari pekerjaan penyelamatan Allah (1 Kor.15:23).Sekarang Ia
juga "dapat menyelamatkan mereka yang datang kepada Allah
melaluiNya"(Ibr.7:25). Dan manusia tidak dapat datang
kepada Allah dengan cara lain. Putera Allah berkata tentang
diriNya,"tak seorangpun datang kepada Bapa, kecuali melalui
Aku"(Yoh.14:6). Adalah Yesus yang sama juga, yang mengucapkan
panggilan yang mulia "Datanglah kepadaKu, hai kamu sekalian
yang berlelah dan yang menanggung berat.Aku ini akan memberi
sentosa kepadamu. Tanggunglah kukKu, danbelajarlah kepadaKu,
karena Aku lembut dan rendah hati;maka kamu akan mendapat
sentosa bagi jiwamu" (Mat.11:28,29).
YESUS
MEMILIKI SIFAT-SIFAT KITA
Walaupun
Putera Allah sejak dari lahir, Yesus dalanm segala hal dibuat
seperti saudara-saudaraNya (Ibr.2:17). Ia sendiri juga mengambil
bagian "berdarah dan berdaging" yang sama, seperti
mereka yang diselamatkan (Ibr.2:14). Paulus juga menceriterakan
kepada kita dalam Rom.8:3, bahwa Allah mengirim "PuteraNya
sendiri dalam rupa manusia yang berdosa". Dalam 1 Kor.15:45,kita
membaca tentang Yesus sebagai "Adam terakhir". Kita
melihat,bahwa Adam pertama berdosa dan karena ia berdosa,ia
mati. Adam terakhir,"dalam segala hal dicoba se-perti
kita,namun tanpa dosa"( Ibr.4:15 ). Ia dapat mengatasi
Iblis.
IBLIS
Iblis
adalah sebutan dalam Alkitab untuk dosa dalam berbagai bentuk.Allah
berfirman kepada kita,bahwa "tiap orang dicoba,apabila
ia terbawa oleh nafsunya sendiri" (Yak.1:14). Kita mengetahui
demikian,dari apa yang kita rasakan dari dalam diri kita sendiri.
Yesus
benar-benar "tanpa dosa", tetapi keturunan ular
(orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir bergabung didalam
dosa) memakuNya pada sebuah kayu salib. Itu adalah kemauan
Allah, bahwa PuteraNya yang dikasihi harus mati dengan
cara demikian (Kis.2:23). Yesus me-matuhi kehendak BapaNya,
bahkan sampai kematian yang kejam di kayu salib (Luk.22:42;
Fil.2:8). Dalam penumpahan darahNya, hidupNya dikorbankan
untuk menebus orang lain (Yes.53:5,6; Ibr.9:22; 1 Pet.2:24,3:18).
Ia memberikan hidupNya yang berharga agar supaya orang-orang
yang berdosa dapat hidup melaluiNya. Dalam hal ini adalah
kasih - dalam bentuk yang terbesar dan terdalam. Yesus sendiri
berkata: "Kasihg yang lebih besar yang tidak memiliki
orang lain, bahwa seorang mempertaruhkan hidupnya untuk kawan-kawannya"
(Yoh.15:13)
Tidak
hanya kasih dari pada Putera, tetapi juga kasih daripada Bapa
yang ditunjukkan,dalam hal ini Ia tidak menyayangkan Putera
TunggalNya,tetapi mengorbankanNya untuk kita semua (Rom.8:32).
Paul berkata dalam Rom.5:8 "Allah menyatakan kasihNya
kepada kita, tatkala kita masih berdosa, Kristus mati untuk
Kita.
KRISTUS
MATI UNTUK KITA
Tetapi
ini tidak berarti, bahwa Allah menghukum PuteraNya untuk dosanya
orang lain, melainkan Allah mengampuni orang-orang apabila
mereka mempersatukan diri dengan kematian Yesus dengan Allah
sendiri, yaitu dengan baptisan (Rom.3:25, 6:3,4, Kol.1:14).
Kita akan meneliti dengan lebih seksama persoalan itu, nanti.
Walaupun
Yesus mati dan dikuburkan,tetapi tidak seperti Adam pertama
yaitu kembali menjadi debu. Firman Allah kepada orang-orang
pertama yang berdosa "Kedalam debu engkau kembali"
- tidak dipenuhi oleh Yesus,orang yang tidak berdosa. Allah
yang Maha Adil tidak akan membiarkanNya, karena Yesus "tanpa
dosa".
ALLAH
MEMBANGKITKAN YESUS DARI ANTARA ORANG-ORANG MATI dan memberiNya
kebesaran (Kis.2:32-33). Lama sebelum Yesus dilahirkan, telah
ditulis mengenai diriNya: "Engkau tidak akan membiarkan
jiwaku dalam alam maut, dan tiada Engkau dari orang kudusMu
kena binasa" (Mazm.16:10, Kis.2:27). Bapa memberikan
PuteraNya yang benar KEHIDUPAN untuk selama-lamanya,dan menempatkanNya
disebelah kananNya sendiri di sorga (Mazm.110:1). Disana Yesus
sekarang bertindak sebagai Imam Agung atas rumahNya sendiri.
RumahNya terdiri dari mereka yang menanggung nama dalam iman
dan kebenaran (Ibr.3:6).Segera kita akan melihat BAGAIMANA
kita dapat menanggung namaNya,dan dengan demikian dapat di
per-"SATU" bersama Nya, agar supaya ambil bagian
dalam kemenanganNya. Walaupun Yesus telah lama meninggalkan
bumi ORANG-ORANG MATI AKAN DIBANGKITKAN.
Pekerjaan
pertama dari Tuhan Yesus bila datang lagi,adalah membangkitkan
orang-orang mati dari tidurnya (Dan.12:1,2, Yoh.6:40, 1 Kor.15:52,
1 Tes.4:16). Tetapi tidak semua orang akan dibangkitkan.Alkitab
mengajarkan,bahwa mereka yang tidak mengerti apa-apa mengenai
Allah dan rencanaNya akan tinggal didalam kubur (Mazm.49:14,20,
Amsal.21:12). Sebaliknya,apabila seseorang mengetahui kehendak
Allah dan menolak untuk mematuhi perintah-perintahNya ia harus
bertanggung jawab atas dosa-dosanya (Yab.4:17). Orang-orang
mati akan dibangkitkan supaya diadili dan diberi pahala menurut
pekerjaan-pekerjaannya. Paulus berkata kepada orang-orang
yang mengetahui kehendak Allah: "Kita harus menampilkan
diri" didepan kursi pengadilan Kristus.
KURSI
PENGADILAN KRISTUS.
Tiap
orang akan menerima hal-hal pada tubuh,menurut apa yang telah
diperbuat,baik atau jahat (2 Kor.5:10). Allah telah membuat
Yesus menjadi Hakim bagi orang-orang mati dan orang-orang
hidup (Kis.10:42, 17:31, 2 Tim.4:1). Hukuman itu memisahkan
orang-orang menjadi dua bagian - yang jahat dan yang benar.
ORANG-ORANG JAHAT AKAN MUSNAH.
Alkitab
telah menunjukkan kepada kita, bahwa orang-orang jahat tidak
akan hidup selamanya. Mereka akan diputuskan dari kehidupan
- yaitu dihancurkan,sesudah dihukum seperti apa yang telah
diputuskan Hakim (Mazm37:9,10,20; Mat.4:1; 2Tes.1:8,9).
Tetapi sementara, "Upah dosa adalah maut" juga benar,
bahwa PAHALA ALLAH ADALAH KEHIDUPAN KEKAL melalui Yesus Kristus
"Tubuh kita" (Rom.6:23). Ini sesungguhnya kebenaran
yang paling menggembirakan yang ada di dalam Alkitab. Hidup
selama-lamanya bukanlah hal yang dapat kita peroleh sebagai
upah. Kematian adalah upah bagi orang-orang yang berdosa,tetapi
kehidupan kekal hanya dapat datang kepada kita oleh Karunia
Allah. Yesus akan menganugrahkan pahala yang berharga ini
kepada semua yang Ia terima ketika Ia datang lagi (Yoh.10:28;
Rom.2:6,7; 1 Kor.15:53,54; 1 Yoh.2:25).
KEPERCAYAAN
DAN BAPTISAN KEDUANYA ADALAH PERLU apabila kita hendak memperoleh
pahala besar dari Hidup Kekal. Yesus sendiri berkata: "Siapa
yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan" (Mark.16:16).
Hal-hal yang kita harus percaya adalah hal-hal yang diajarkan
Yesus dan yang diberitahukan kepada rasul-rasulNya untuk diajarkan
sesudah Ia meninggalkan bumi. Hal-hal itu adalah INJIL dari
KERAJAAN ALLAH.
Bacalah
apa yang diterangkan Alkitab kepada kita mengenai tema dari
pemberitaan(pekabaran) Yesus dalam Mat.4:23; Mark.1:14; dan
Luk.8:1. Itu adalah Kerajaan Allah. Sekarang baca apa
yang dibicarakan rasul-rasulNya,ketika mereka melaksanakan
perintah Tuhannya,untuk "pergi ke seluruh dunia dan mengabarkan
Injil kepada tiap makhluk" (Kis.8:12,28:31). Perhatikan,bahwa
dalam Kis.8:12, kita diberitahu,bahwa ketika orang-orang Samaria
"percaya Filipus mengabarkan hal mengenai Kerajaan Allah
dan nama Yesus Kristus mereka dibaptis, baik wanita maupun
pria".
Baptisan
tidak pernah dilaksanakan,kecuali bagi mereka yang mengetahui
dan percaya kebenaran Injil. Sungguh, tidak ada baptisan yang
terpisah dari percaya kepada KEBENARAN. Yesus berkata: "Hendaklah
kamu mengetahui Kebenaran, dan Kebenaran itu akan memerdekakan
kamu" (Yoh.8:32). Sedang Paulus menceriterakan kepada
kita dalam Ep.4:4-6,,"Satu tubuh,dan Satu Roh,sebagaimana
kamu telah dipanggil kepada Satu pengharapan yang terkandung
dalam panggilanmu; Satu Tuhan, Satu Iman, Satu Baptisan, Satu
Allah Bapa dari semuanya" Kita harus mengenal "satu-satunya
Allah" dan "satu-satunya pengharapan",jikalau
kita ingin mengambil bagian dari "satu-satunya baptisan".
Kita
akan kembali nanti pada soal baptisan ini dan menanyakan;
Apa gunanya bagi kita?
Setelah
memperhatikan hal-hal yang mengenai nama Tuhan Yesus Kristus,marilah
kita menanyakan APAKAH KERAJAAN ALLAH ITU ?
Jikalau
kita membaca Alkitab,maka kita menjumpai sangat banyak yang
dikatakan tentang hal itu.Tidak hanya dikabarkan oleh Yesus
dan para muridNya saja,tetapi kita juga membaca tentang hal
itu didalam Perjanjian Lama. Umpamanya,didalam buku Daniel
bab 2 ayat 44 kita diberitahu tentang sebuah Kerajaan yang
akan didirikan oleh Allah diatas bumi ini. Kerajaan itu akan
mengakhiri semua pemerintahan manusia.Kerajaan itu akan luas
dan akan berlangsung selama-lamanya.
Didalam
bab 7 ayat 18 buku yang sama,kita jumpai bahwa orang-orang
suci adalah mereka yang akan " memiliki Kerajaan itu
untuk selama-lamanya". Mereka yang memakai nama Kristus
dalam baptisannya (Gal.3:27) adalah mereka yang "disebut
menjadi orang suci" (Rom.1:17). Apabila terbukti mereka
setia terhadap panggilan yang luhur itu,seperti yang dikatakan
sebelumnya-mereka akan menerima hadiah yang besar pada kedatangan
Kristus,yaitu Kehidupan untuk selama-lamanya ;tetapi tidak
hanya itu,karena mereka akan diberi tempat kehormatan dan
kuasa dan kemuliaan dan kesukaan dalam Kerajaan Allah yang
kekal. Itu adalah sebagian dari Rencana Allah dengan manusia.
Sekarang,sebuah
kerajaan harus terdiri dari banyak bagian. Harus mempunyai
Raja, pembantu-pembantu raja, ibukota ,rakyat, hukum dan wilayah.
Alkitab memberitahukan kepada kita tentang semua ini, bahwa
YESUS AKAN MENJADI RAJA dalam Kerajaan yang luas yang akan
datang itu. ketika Ia berdiri didepan Pilatus sebagai seorang
terhukum,Gubernur Romawi itu bertanya: "Apakah
kamu seorang raja juga?" dan dijawab oleh Yesus, "Untuk
itu Aku lahir dan untuk itu Aku datang didunia ini,supaya
Aku memberi kesaksian tentang kebenaran" (Yoh.18:37).
Ini merupakan kebenaran yang penting tentang Yesus, bahwa
Ia dilahirkan untuk menjadi Raja. Malaekat Jibril berkata
kepada Maria, ibu Yesus,sebelum Ia dilahirkan: "Ia akan
menjadi besar dan akan disebut Putera Yang Maha Tinggi,dan
Tuhan Allah akan memberiNya tahta Daud, nenek moyangNya,dan
Ia akan memerintah atas benih Yakub (Israel) untuk selamanya,
dan mengenai KerajaanNya tidak akan berakhir" (Luk.1:32).
Didalam kata-kata malakat Allah ini, kenyataan yang sangat
penting ini dibawa dihadapan kita:
1).Yesus
Putera Allah dan Putera Daud. (Ia dilahirkan dalam urutan
keturunan Daud, Maria, ibuNya berasal dari nenek moyang Daud).
2).Ia
akan memerintah atas tahta Daud diseluruh Kerajaan Israel
untuk selamanya.
Hal
ini membawa kita kembali kepada sejarah PERJANJIAN ALLAH DENGAN
DAUD dibuat ketika Daud sedang memerintah sebagai Raja Israel
kira-kira 3.000 tahun yang lalu. Kita mempunyai catatan tentang
hal ini dalam 2 Sam.7:12-16. Dari situ kita dapat mempelajari
bahwa Allah telah menjanjikan kepada hambaNya,bahwa Allah
akan memberikan seorang putera yang akan memerintah atas tahtaNya
untuk selamanya.
Kata-kata
malakat kepada Maria, 1.000 tahun kemudian (sudah dikutip
dari Luk.1:32)
menunjukkan dengan jelas siapa anak yang dijanjikan itu.Yesus
tidak pernah memerintah di atas tahta Daud sebagai raja Israel.
Ia dilemparkan oleh bangsa itu dan dibawa sebagai anak Domba
yang akan dibantai (Yes.53:7). Diatas tiang salibnya ada tulisan,
dimana pemimpin-pemimpin bangsa itu mengejek tuntutannya:
"Yesus orang Nazaret, Raja bangsa Yahudi". Gelar
itu benar adanya, Ia Putera Allah, Ia Raja Israel (Yoh.1:49).
Jadi
agar supaya persetujuan Allah dengan Daud dapat dipenuhi sebaik-baiknya,
perlu hal-hal tertentu;
1).
Yesus sendiri harus kembali ke bumi.
2).
Daud sendiri harus dibangkitkan dari antara orang mati.
3).
Israel sebagai satu bangsa harus dengan kerendahan hati menerima
Rajanya,yang dahulu ditolak.
4).
Kerajaan israel dibawah Kristus, harus dikembalikan di negeri
dimana Daud memerintah. Tanda-tanda pergolakan dari zaman
kita menunjukkan, bahwa kejadian-kejadian yang besar ini sudah
dekat.
ISRAEL
- BANGSA YANG TERPILIH
Sekarang
kita harus bertanya; Apa yang telah terjadi dengan tahta dan
kerajaan Daud? Ini semua sudah tidak ada. Kerajaan itu berakhir,karena
Israel, sebagai bangsa yang telah dipilih Allah untuk menjadi
bangsa yang suci (Ul.7:6) gagal dalam mematuhi perintah-perintah
Allah mereka. Waktunya tiba ketika Allah tidak dapat
lagi menahan mereka dan Allah menolak mereka. Tetapi Allah
tidak melenyapkannya. Allah tidak menolak mereka untuk selama-lamanya.
Inilah yang dikatakan Paulus dalam Rom. 11:1,2. "Sudahkah
Allah menolak umatNya itu? Sekali-kali tidak,Allah tidak menolak
umatNya yang telah dikenalNya". Ia berkata lagi: Kebutaan
sebagian terjadi pada bangsa Israel,sampai zaman orang kafir
itu genap. Dan oleh karena itu seluruh bangsa Israel akan
diselamatkan seperti tertulis: "Akan muncul dari SION
PENYELAMAT dan akan mengubah hal-hal yang tidak berdasarkan
ke-Allah-an dari Yakub, karena ini adalah persetujuanKu dengan
mereka,Aku akan melenyapkan dosa mereka".
Tetapi
marilah kita kembali pada waktu ketika Allah menolak umatNya
dengan menyerahkan mereka kepada pemerintahan orang kafir.Allah
mengirim nabiNya (Yehezkiel) untuk mengatakan kepada raja
terakhir yang duduk diatas tahta Daud (Zedekia) "Aku
akan membalik, membalik, dan membalikkan (Kerajaan), maka
satupun tiada akan ada, sampai datang Ia yang berhak atasnya,
dan kepadaNya Aku serahkan" (Yeh.21:27). Begitulah jadinya,
Babilonia, Gerika dan Roma, pada waktu yang berbeda-beda dalam
sejarah ikut ambil bagian dalam pembalikan itu.Ketika Yesus
dilahirkan (Ia yang berhak atasnya), negeri itu ditangan Roma.
Yesus
sendiri meramalkan,bahwa Yerusalem akan jatuh dan orang-orang
Yahudi akan bercerai-berai. Ia berkata: "Mereka akan
jatuh diujung pedang, dan dibawa menjadi tawanan segala bangsa,
dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh orang kafir, sehingga
genap segala zaman orang kafir itu" (Luk.21:24). Memang
begitulah. Dalam tahun 70, Yerusalem jatuh dan sejak itu,
sampai dewasa ini, orang-orang Yahudi mengembara diantara
bangsa-bangsa.
Orang-orang
Yahudi - saksi Allah
Tetapi
itu adalah bagian dari rencana besar Allah, bahwa orang-orang
Yahudi harus kembali ke tanah-airnya setelah bercerai-berai
lama sekali. Allah telah berfirman demikian melalui nabi-nabi-Nya,
umpamanya melalui Yehezkiel Allah berfirman (Bab 37:21,22):
"Aku mengambil kelak akan bani Israel dari antara segala
orang kafir kepadanya mereka itu sudah pergi, dan Aku akan
menghimpunkan mereka itu dari mana-mana dan membawa akan mereka
kedalam negerinya; maka Kujadikan mereka itu sebangsa juga
di dalam negeri itu di atas pegunungan Israel, dan SEORANG
RAJA akan menjadi reja mereka sekalian". Dalam semua
sejarah mereka yang lama dan pahit, hal-hal yang telah terjadi
pada bangsa Yahudi telah membuktikan KEBENARAN dari firman
Allah. Allah berfirman mengenai mereka: "Kamu adalah
saksi-saksiKu, bahwa aku adalah Allah." (Yes 43:12) Pada
bangsa Israel dewasa ini, kita melihat salah satu dari tanda-tanda
dari Zaman kita.
Di
zaman kita sendiri, kita telah melihat-dan masih melihat bangsa
Yahudi dibawa ke negeri mereka sendiri. Dua perang dunia yang
besar banyak menolonga memajukan pergerakan itu. Dalam bulan
Mei 1948, kita mendengar Negera Israel diproklamirkan di depan
dunia. Jadi mereka dibuat "satu bangsa di negeri ....
Israel" Namun demikian "satu Raja" itu belum
muncul. Betapa dekatnya kita dengan waktu kedatangan-Nya.
Yesus memberikan kita tanda-tanda yang lain yang harus kita
cari sebelum kedatangan-Nya. Dia berkata, di atas dunia akan
ada kesusahan pada segala bangsa dan kekacauan ... maka orangpun
mati karena ketakutan, dan menantikan segala perkara yang
akan berlaku di atas bumi ini (Luk21:25,26). Dan, tidakkah
itu tepat seperti apa yang kita lihat sekarang? Yesus menambahkan:
"Pada waktu kamu nampak segala sesuatu itu jadi, ketahuilah
olehmu bahwa Kerajaan Allah sudah dekat" (ayat 31). Dan
ada banyak tanda-tanda lain yang tidak bisa kita lihat sekarang.
Tetapi semua menunjukkan cara yang sama.
Marilah
sekarang kita kembali ke Perjanjian itu. Apabila Yesus harus
memerintah di atas tahta Daud, bapak-Nya, kemudian YERUSALEM
harus menjadi Kota Raja dari seluruh bumi, akrena di sanalah
Daud memerintah. Nabi Allah berkata: "Pada waktu itu
mereka akan mnyebutnya: Yerusalem Takhta Tuhan" (Yer
3:17). Yesus sendiri berkata "bahwa Yerusalem adalah
Kota Raja yang Agung" (Mat 5:35). Lihatlah juga, apa
yang ditulis sendiri oleh Daud tentang hal itu di dalam Mazm
48:2. Allah berfirman, Allah akan melantik Rajanya di atas
"bukit suci Sion" (Mazm 2:6) dan menyatakan pemilikan
dunia di dalam kesukaannya. Kepada "Yang diUrapi"
- Kristus atau Juru Selamat - Allah berfirman : "Aku
akan memberimu bangsa-bangsa untuk warisanmu, dan bagian-bagian
bumi yang terjauh untuk meilikmu" (ayat 8). Ini menunjukkan
kepada kita bahwa Yerusalem akan menjadi pusat Kerajaan Allah,
dan seluruh bumi akan menjadi wilayahnya. RAJA yang memerintah
di SION akan menjadi
Raja di seluruh bumi (Zakh 14:9). Kita membaca dalam Mzm 72
ayat 11: "Semua raja-raja akan sujud di depan-Nya; semua
bangsa akan melayani-Nya."
Sekarang
kita melihat bahwa Orang-orang Suci-Nya Kristus yang setia
akan menjadi wakil-wakil-Nya di dalam Kerajaan itu. Yesus
sendiri berkata kepada Petrus, bahwa mereka yang telah mengikuti
jejak-Nya akan memperoleh kebesaran pada hari yang akan datang
itu (Mat 19.28). Paulus berkata: "Apabila kita menderita,
kita juga akan memerintah bersama Dia" (2 Tim 2:12),
sementara itu dalam pesan terakhirnya kepada orang-orang sucinya
yang menunggu, Yesus memberikan janji-Nya yang agung: "Maka
orang yang menang Aku memberi dia duduk dengan Aku di atas
tahtaKu" (Wah 3:21). Lihatlah juga Wahyu 5:9,10. Orang-orang
suci yang diterima dan dimuliakan memuji kepada rajanya: "Singa
yang daripada suku Yehuda, ya itu akar Daud": "Engkau
telah menjadikan kita bagi Tuhan raja-raja dan imam-imam,
lalu kita akan memerintah di atas bumi". Bumi adalah
Warisan yang dijanjikan bagi Orang-Orang yang benar.
Ini
jelas dari apa yang telah kita katakan sebelumnya tentang
Kerajaan itu. Tetapi juga jelas dinyatakan oleh Yesus sendiri:
"Berbahagialah segala orang yang lembut hatinya, karena
mereka itu akan mewarisi bumi" (Mat 5:5). Daud mengatakan
hal yang sama: "Orang-orang yang lembut hatinya akan
mewarisi bumi dan akan bersuka ria dalam damai yang berlebihan".
Juga dalam Amsal Sulaiman 11:31, kita memiliki kebenara itu:
"Orang-orang yang benar akan dibalas di dunia ini".
Kristus dan orang-orang sucinya akan memerintah atas Israel
yang dilahirkan kembali (ke-tidak-percayaan-nya dilenyapkan),
dan atas mereka di antara orang-orang kafir yang akan terhindar
dari hukuman Allah yang adil. Ini menjadi kaum yang tidak
kekal dari Kerajaan itu, yang akan mengambil manfaat yang
besar yang akan dibawakan oleh pemerintahan yang benar dari
Kristus. Dalam hal ini Israel kelak akan menjadi bangsa yang
paling utama.
Nabi
Allah menyatakan: "Bangsa dan kerajaan yang tidak mengabdi
padaMu akan binasa" (Yes 60: 10-15). Mereka yang memerintah
dengan Kristus akan kekal, bahwkan dengan orang-orang yang
tidak kekal di bumi, jangka waktu hidupnya akan diperpanjang;
"Anak itu akan mati pada umur seratus tahun." (Yes
65:20) . Tidak sukar bagi kita untuk mengetahui betapa lebih
baiknya kehidupan itu, apabila semua umat manusia diperintah
oleh Satu Hukum yang Sempurna Adil dan Bijaksana yang akan
membawakan kegembiraan dan perdamaian pada semua orang, dan
kebesaran bagi Allah,. betapa banyaknya kejahatan dan kesengsaraan
di dunia kita dewasa ini datang dari pemerintah-pemerintah
dan hukum-hukum yang jahat. Tetapi KEMUDIAN alangkah berbedanya.
Alkitab
memberitahukan kepada kita "Dari Sion akan keluar hukum
dan firman Tuhan dari Yerusalem." (Yes 2:3). Begitu baik
hukum itu, dan begitu menggembirakan effeknya, sehingga orang
akan berharap mengetahui lebih banyak tentang itu, agar supaya
mereka mematuhinya. Mereka akan mengatakan (lihat ayat yang
sama) "Datanglah dan marilah kita naik ke gunung Tuhan,
ke erumah Allahnya Yakub; dan Ia akan mengajarkan kita cara-caraNya
dan kita akan berjalan di jalan-Nya" Dan sekarang kita
harus mengatakan sedikit lagi tentang Berkat dari Zaman yang
akan datang yang merupakan hasil dari pemerintahan yang benar
dari raja Israel dan keluarnya hukum yang sempurna dari Sion
keseluruh ujung bumi. Nabi menceritakan kepada kita dalam
Alkitab yang sama (ayat 4), bahwa peperangan akan berakhir,
senjata-senjata pertempuran akan diubah menjadi alat-alat
pengolahan tanah yang penuh kedamaian.
Semua
bangsa akan melucuti senjata masing-masing. Bangsa-bangsa
tidak saling berperang, juga tidak akan mempelajari peperangan,
satu hal yang sangat mulia. Dalam kedatangan Kristus terletaklah
satu-satunya obat, untuk dunia kita yang telah dirobek-robek
oleh perang dan telah lelah karena perang itu. Ia adalah Pangeran
Perdamaian dan mengenai diriNya nabi berkata: "Maka kebesaran
pemerintahanNya dan selamat yang tidak berkesudahan, atas
tahta Daud, dan atas kerajaanNya" (Yes 9:6,7). Karena
waktu yang telah diberkati ini Yesus mengajar pengikut-pengikutNya
untuk berdoa "Datanglah KerjaanMu, jadilah kehendakMu
di dunia ini, seperti di surag" (Mat 6:10).
Ketika
Yesus dilahirkan di Betlehem, malaekat-malaekat menyanyikan
lagu gembira: "Segala kemuliaan bagi Allah yang Maha
Tinggi, dan sejahtera di atas bumi di antara orang yang diperkenankanNya"
(Luk 2:14). Tetapi hanya apabila Yesus memerintah sebagai
Raja, kata-kata itu akan dipenuhi. "Segala kemuliaan
bagi Allah" adalah kewajiban manusia yang pertama. Apabila
itu telah diberikan damai akan menyusul. Sementara itu adalah
peraturan Allah dalam semua urusan dengan manusia, bahwa "bagi
orang jahat tidak ada selamat" (Yes 57:21).
Untuk
memperoleh gambaran lengkap mengenai kesukaan dan karunia
dari pemerintahan Kristus bacalah Mazmur 72. Itu membawakan
gambaran indah di depan fikiran kita - seorang Raja yang memerintah
dalam kebenaran, kekuasaanNya terbentang luas, ada "damai
yang berkelebihan" (ayat 7), tidak ada lagi kekjaman
maupun ke-kurang ajaran, tidak ada lagi penindasan, kekurangan
atau kesusahan, orang miskin dan orang yang kekurangan tidak
akan mempunyai kesukaran seperti semula. Alangkah baik berita
itu apabila kita membaca (dalam ayat 17) "NamaNya akan
kekal selama-lamanya .... dan Manusia akan diberkati dalam-Nya:
segala bangsa akan menyebut Dia sebagai yang diberkati".
Daud mengakhiri Mazmurnya dengan puji-pujian yang penuh kegembiraan
terhadap Pengarang Agung dari rencana yang mulia ini: "Karunia
bagi Tuhan Allah, Allah dari bani Israel yang hanya melakukan
hal-hal ajaib, dan karunia bagi namaNya yang penuh kebesaran
untuk selama-lamanya dan Biarlah Bumi seluruhnya diisi dengan
kebesaran-Nya: Amin, dan Amin". Dan itulah, seperti yang
kita katakan semula, adalah RENCANA ALLAH DENGAN MANUSIA.
Dalam
bagian-bagian lain dari Alkitab (umpamanya Yesaya 35), kabar
kesukaan yang sama ini dicantumkan dan banyak hal-hal lain
diberitahukan kepada kita tentang kerajaan Allah. Bahkan Bumi-pun
akan dibebaskan dari segala kutuk yang ada (Kej 3:17,18).
Kita katakan sebelumnya, bahwa pekerjaan Kristuslah yang melenyapkan
segala akibat dosanya Adam. Apabila Ia memerintah, dunia akan
memberikan banyak hasil (Mzm 67:6, 72:16) sehingga "orang
penenggala akan mengganti orang penyabit" (Amos 9:13).
Yaitu panenan sawah akan begitu besar sehingga hasil panenan
hampir tidak bisa dikumpulkan seluruhnya sebelum waktu menanam
tiba lagi (dari bagian yang tersebut di atas - ayat 11-15-perhatikan
kapan terjadi). Kristuslah akan "membuat semuanya baru".
Ia adalah Penyembuh Agung dari suku bangsa kita, dalam arti
kata fisik maupun spirituil. Penyakit dan rasa sakit akan
lenyap (Yes 33:24) dan bahkan kematian akhirnya tidak akan
ada lagi.
Paulus
memberitakan kepada kita dalam 1 Korintus 15:25, bahwa Kristus
"harus memerintah sampai musuh-musuhNya ditaklukkan semua.
Musuh terakhir yang harus dihancurkan adalah kematian".
Seribu tahun yang pertama dari Kerajaan Allah sering disebut
sebagai Millennium akan merupakan fase terakhir dari pekerjaan
Kristus yang agung dalam menyesuaikan segala sesuatu dengan
kehendak Allah. Pad akhir waktu itu perubahan-perubahan tertentu
akan terjadi. Mereka yang telah mati seribu tahun akan dibangkitkan
dan diadili (Wah 20:12-14).
Seperti
dengan mereka yang diadili pada waktu kedatangan Kristus,
orang-orang jahat akan binasa dan orang-orang yang benar akan
diberikan hidup kekal. Akhirnya kematian akan lenyap untuk
selama-lamanya dari bumi. Tak seorang-pun akan tertinggal,
kecuali suku bangsa yang telah ditebus, kekal-semua memiliki
sifat Allah sendiri- yang akan mengisi bumi seluruhnya dengan
kebesaranNya. Pekerjaan dari Kristus akan selesai dan semuanya
ditaklukkan kepadaNya. Allah akan menjadi semuanya di dalam
sekalian (1 Kor 15:28) dan akhirnya akan dinyatakan kepada
oangt-orang. dalam Wahyu 21:3,4 kita diberi pandangan sekilas
yang penuh kebesaran dari rencana Allah yang telah disempurnakan.
"Ingatlah bahwa tempat kediaman Allah itu bersama-sama
dengan manusia, dan Allah akan diam bersama-sama mereka itu,
dan mereka itu akan menjadi kaumNya, dan allah sendiri akan
beserta dengan mereka itu, dan menjadi Allahnya. Dan Allah
akan menyapukan segala air mata dari matanya, dan Tidak akan
ada lagi Kematian, juga tidak ada duka, tangis dan rasa sakit,
karena hal-hal yang dahulu telah lenyap."
Dalam
bab yang paling akhir dari Alkitab kita membaca banyak tentang
"penyembuhan" dunia kita yang sakit, dan di sana
(Wahyu 22:3) kita menjumpai kabar gembira dan menggemparkan:
"Tidak akan ada lagi Kutuk".
Dan
dengan begitu dibawa kepada babak terakhir, yang besar RENCANA
ALLAH DENGAN MANUSIA. Jikalau kita melihat pada keadaan yang
jahat dari dunia dewasa ini, mungkin kita tidak melihat banyak
dalam bentuk sebuah rencana. Tetapi akhirnya juga harus kita
lihat. Anda tidak akan melihat garis-garis yang indah dari
sebuah gedung yang megah ketika sedang dalam proses dibangun.
Tetapi orang yang merencanakannya - arsiteknya - dan mereka
yang telah mempertimbangkan rencananya dapat melihat dengan
mata iman, pekerjaan yang telah selesai. Mereka mengetahui,
bilamana semua bahan-bahan yang tak terpakai, tak berguna
dan yang tidak diinginkan telah disingkirkan sesudah tugas
membangun itu selesai, gedung megah itu akan terlihat dengan
jelas dalam segala kebesaran dan keindahannya.
Allah
adalah Arsitek Agung, Perencana besar sepanjang zaman. Di
dalam FirmanNya yang tertulis, Allah dengan kemurahan hati
memperkenankan kita untuk meninjau rencana PenebusanNya yang
agung. Jangan biarkan perbuatan manusia menyembunyikan pandangan
mentalmu dari rencana Allah yang ajaib ini. Hasil kerja mereka
akan lenyap; tujuan Allah akan tetap bertahan. Tak satupun
pekerjaan manusia dapat menggagalkan rencana itu, sebagaimana
dinyatakan di dalam puisi: "Sekalipun di atas tiada yang
membantuNya! Allah tidak memerlukan bantuan manusia; Sekalipun
seluruh dunia menentangNya! llah akan melaksanakan rencanaNya".
Kita tidak dapat mendekat, tanpa membawakan suatu persoalan
yang penting di hadapan anda. Setelah menunjukkan gedung yang
mulia, sekarang kita harus menunjukkan jalan-jalan yang menuju
kesana. Bagaimana kita harus memasuki
istana indah ini dan hidup dengan RAJA dalam kebesaranNya?
Pertama-tama kita HARUS KELUAR dari dunia. Dasar-dasar susunan
Dunia Baru yang akan datang ini terletak di dalam
Perjanjian
Allah dengan Abraham. Orang ini yang namanya semula adalah
Abram, dipanggil oleh Allah dari ngerinya Ur, untuk pergi
ketempat yang telah ditunjukNya, untuk diberikan kepadanya
untuk selama-lamanya (tanah Kanaan). Untuk memiliki sesuatu
untuk selama-lamanya, orang harus hidup selama-lamanya. Kemudian
inilah janji KEHIDUPAN KEKAL. Lihatlah syarat-syarat perjanjian
ini dalam Kejadian Bab 12 ayat 1 -3 . Bacalah juga Kejadian
13 ayat 14 - 17. Perhatikan bahwa Allah menjanjikan tiga hal:
(1).
Memiliki untuk selama-lamanya tanah yang didatangi oleh Abram.
(2).
Banyak keturunan, sedangkan ia bersama isterinya telah lanjut
usianya, dan masih belum mempunyai keturunan.
(3).
Karunia kepada semua bangsa dalam dia dan keturunannya.
Setelah
Abram pindah ke tanah yang dinjanjikan, Allah berfirman kepadanya:
"Namun tidak akan lagi dipanggil Abram, tetapi namamu
akan menjadi ABRAHAM, karena Aku telah membuatmu bapak dari
BANYAK BANGSA". (Kej 17:5) "Abraham" berarti
"bapa dari jumlah yang besar sekali". Dan ini membuat
janji Perjanjian Dunia.
Itu
menunjukkan pada kenyataan (yang akan diungkapkan kemudian)
bahwa salah satu dari janji itu, apabila ia menerima persyaratan
Allah. Petrus menyatakan suatu kebenaran yang sederhana tetapi
penuh kebesaran ketika ia berkata - tepat sebelum ia membaptis
orang kafir pertama yang bertobat: "Allah tiada menilik
atas rupa orang, melainkan di antara segala bangsa yang takut
akan Dia dan mengerjakan amal saleh, ialah yang diperkenankan
olehNya" (Kis 10:34).
Paulus
berbicara dengan jelas mengenai hal ini dalam Galatia bab
3. Ia menceritakan kepada kita, bahwa "mereka yang beriman
adalah anak-anak Abraham" (ayat 7). Dalam ayat berikutnya
ia menunjukkan kepada kita, bahwa INJIL dari Kerajaan yang
dikabarkan oleh Yesus dan murid-muridNya, memiliki dasar dari
janji-janji Abraham ini. Ia berkata: "Alkitab, yang menubuatkan,
bahwa Allah akan mengampuni penyembah-penyembah berhala"
(yaitu bangsa kafir) "melalui iman, yang dikabarkan sebelum
Injil kepada Abraham, yang menyatakan, di dalammu semua Bangsa
akan diberkati.
Jadi
mereka yang beriman akan diberkati bersama Abraham yang setia"
Abraham menunjukkan imannya yang besar dengan mempercayai
Firman Allah dan bertindak atas dasar itu. Kita membaca di
dalam Ibrani 11 ayat 8 dan 9. "Dengan iman Abraham, ketika
dipanggil untuk pergi ke suatu tempat yang akan diterima sebagai
milik pusaka,-percaya: dan ia berangkat, tanpa mengetahui
kemana. Dengan iman ia menjelajahi tanah perjanjian, seperti
di negeri asing".
Sepanjang
hidupnya Abraham tidak pernah kehilangan iman dalam
janji Allah. Ia tidak pernah menerima tanah. "Allah tidak
pernah memberi kepadanya milik pusaka tanah itu,setapak kakipun
tidak" (Kis.7:5).Namun Abraham "mati dalam iman,
tidak menerima janji-janji itu, tetapi telah melihatnya jauh"
yaitu dengan mata iman (Ibr.11:13). Semacam itulah iman yang
dikehendaki Allah dari kita.Bukan darah Abraham dalam nadi
kita yang diperlukan,tetapi iman Abraham didalam hati kita.
Abraham,sebagai pewaris dunia.
PEWARIS
DUNIA
Adalah
benar-benar dinyatakan sebagaimana telah dijanjikan Allah,dan
Allah akan melaksanakannya (Rom.4:13-25).Allah memang akan
melaksanakan pada saat Abraham dibangkitkan dari antara orang
mati,akhirnya untuk memasuki tanah milik pusaka yang dijanjikan
dalam Kerajaan Allah (Mikha.7:20, Mark.12:26).Semua keturunan
Abraham yang setia pada itu akan bersama dia.Yesus sendiri
berkata "Banyak akan datang dari Timur,dan Barat,dan
Utara,dan dari Selatan,dan akan duduk bersama Abraham dan
Ishak dan Daud dalam Kerajaan" (Mat.8:11, Luk.13:28,29).
Kita
sekarang harus bertanya :Langkah apa yang harus kita ambil
untuk memperoleh sebuah tempat diantara orang suci yang setia
dari masa lampau ? Lagi pula kita dibawa kepada kepercayaan
dan baptisan sebagai jawaban - yaitu kepada iman dan kepatuhan
yang rendah hati. Dalam Galatia 3:16 Paulus mengatakan kepada
kita dengan jelas, bahwa KRISTUS ADALAH BENIH ABRAHAM di mana
berkat yang dijanjikan akan ada padaNya. Kematian dan kebangkitanNya
dipersembahkan "untuk memperkuat janji-janji yang dibuat
kepada nenek moyang" (Rum 15:8).
Sekarang
telah menjadi kesenangan Allah, bahwa BAPTISAN sebagai syarat
di mana orang lelaki maupun perempuan - baik orang Yahudi
atau bukan orang Yahudi karena kelahiran- dapat menjadi satu
dengan Kristus. Inilah apa yang dikatakan Paulus dalam Gal
3:26-29. "Karena kamu semua adalah anak-anak Allah oleh
sebab iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua yang
telah dibaptiskan di dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
Maka tiada lagi orang Yahudi atau orang Gerika, tiada lagi
hamba atau orang merdeka, tiada lagi laki-laki atau perempuan,
karena kamu ini sekalian menjadi satu di dalam Yesus Kristus".
Dan perhatikan ini!- "jikalau kamu menjadi milik Kristus,
KEMUDIAN KAMULAH BENIH ABRAHAM, dan Pewaris Menurut Injil".
Dalam
menjadi milik Kristus, kita menjadi pewaris dari semua yang
diwarisi Kristus (Rum 8:17). Tidak ada pengharapan bagi orang-orang
yang terpisah dari ini, "terkecuali dari janji-janji
yang besar dan sungguh-sungguh berharga" (2 Pet 1:4).
Bahkan Nikodemus, yang sudah menjadi penghulu bangsa Yahudi,
diberi tahu oleh Yesus, bahwa ia harus dilahirkan kembali,
yaitu, dilahirkan dari air dan roh, sebelum ia dapat memperoleh
tempat dalam Kerajaan Allah (Yoh 3:31-7). Sekarang kita dapat
menunjukkan, bahwa pengharapan orang-orang Kristen dulu adalah
Pengharapan Bani Israel yang berdasarkan janji-janji Allah
kepada Abraham dan Daud (Kis 1:6).
Paulus,
ketika ia muncul sebagai orang hukuman di depan Raja Agripa
berkata: "Sekarang aku berdiri dan diadili demi pengharapan
janji yang dibuat Allah kepada nenek-moyang kita" (Kis
26:6). Kemudian, ketika dibelenggu di Roma, ia menyatakan
: "Demi pengharapan Bani Israel aku di-ikat dengan rantai
ini" (Kis 28:20). Adalah Paulus lagi yang menyatakan,
bahwa apabila kita "orang asing dari persetujuan",
kemudian kita tanpa Kristus ... TIDAK MEMILIKI PENGHARAPAN,
dan tanpa Allah di dunia (Ep 2:12). Dan itu adalah keadaan
yang benar-benar menyedihkan. Dengan baptisan kedalam kematian
Kristus, mereka yang dahulu jauh dibuat dekat (ayat 13). Dan
itu menimbulkan pertanyaan kepada kita: "Apakah baptisan
itu?". Mengenai bentuk luarnya: Baptisan adalah Penguburan
di dalam Air.
BAPTISAN
Di
antara orang-orang Kristen dulu bentuknya selalu demikian.
Tidak ada bentuk lain yang dilakukan, karena kita tidak berhak
menentang perintah Allah. Dalam bab 8 dari Kisah Para Rasul,
kita diberitahu, bagaimana seseorang dibaptis oleh Filipus.
Catatan itu berbunyi: "Mereka keduanya masuk kedalam
air ... dan ia membaptisnya. Dan ketika mereka muncul dari
dalam air ...dst." (ayat 38:39). Kemudian dalam Rum 6:3
dan 4, kita membaca kata-kata Paulus: "Tidakkah kamu
mengetahui bahwa banyak dari antara kita ketika dibaptiskan
kedalam Yesus Kristus dibaptiskan kedalam kematianNya? Oleh
karena itu kita dikubur bersama Dia oleh baptisan kedalam
kematian; seperti Kristus dibangkitkan dari antara orang-orang
mati oleh kebesaran Bapa, demikian pula kita harus berjalan
dalam pembaruan hidup". Ini membawakan kita kepada pengertian
baptisan dan apa yang diperbuat untuk orang yang menyerahkan
diri. (Kita katakan sebelumnya bahwa kita akan meninjau soal
ini kemudian).
Kita
sekarang mengetahui bahwa penguburan menunjukkan kematian
hanya orang-orang mati itu dikubur. Dan apabila seseorang
mati, ia tidak akan berbuat dosa. Dalam Rum 6:6,7. Paulus
mengatakan kepada kita: "Orang lama kita disalib bersama
Dia" (Kristus), bahwa tubuh, karena dosa dapat dihancurkan,
sesudah itu kita tidak melayani dosa. "Karena, barangsiapa
mati, bebas dari dosa". Baptisan dalam pada itu adalah
penguburan dari seseorang yang suka menganggap dirinya Tentu
saja Mati sebab Dosa tetapi hidup pada Allah melalui Yesus
Kristus, Tuhan kita" (ayat 11). Itu juga menunjukkan
kebangkitan kembali, yang kemudian bangkit untuk memulai hidup
baru lagi. Bangkit dari kubur menandakan hidup baru, di mana
kita hidup atau akan hidup - dalam kecintaan atau patuh terhadap
kehendak Allah.
Pertimbangan
kata-kata Paulus di dalam Efesus bab 2 ayat 1 - 10, juga kata-kata
Petrus dalam surat Pertama bab 4 ayat 1 - 3., Tuhan kita Yesus
Kristus sendiri "Mensalibkan Tubuh" sebagai seorang
yang hidup, dan "mereka yang menjadi milik Kristus"
harus berusaha berbuat sama (Gal 5:24).
Orang
yang dibaptis dalam kematian Kristus harus menjunjung tinggi
hukum Allah menentang dosa. "Upah dari dosa adalah kematian!"
(Rum 6:23). Pelanggar yang bertobat, "diampuni secara
bebas oleh Anugerah Allah melalui penebusan yang ada dalam
Yesus Kristus, yang dikirim oleh Allah sebagai Pendamai dengan
jalan iman kepada darahNya" (Rum 3:24,25). Atas dasar
ini Allah mengampuni. Seorang yang oleh baptisan telah mati
bersama Kristus, dikubur, dan bangkit lagi, dapat mengatakan
: "Aku Disalib bersama Kristus sekalipun demikian, aku
hidup, namun bukan aku tetapi Kristus hidup di dalam diriku;
dan kehidupan yang sekarang; hidup dalam tubuh, aku hidup
oleh iman Putera Allah yang mengasihi aku dan memberikan diriNya
untukku: (Gal 2:20 ).
Kita
dapat meringkas apa yang diperbuat baptisan untuk kita dengan
mengatakan:
(1).
Dosa kita diampuni demi Yesus, sebagai lambang - telah dicuci
atau disucikan (Kis 22:16).
(2).
Kita dipersatukan dengan Yesus Kristus dan mengangkat nama-Nya
yang menyelamatkan (Kis 4:12)
(3).
Karena menjadi satu dengan Dia, kita masuk di alam ikatan
Perjanjian Abraham yang baru (Gal 3:27,29). dengan demikian
kita menerima hak untuk memasuki kehidupan kekal yang tidak
pernah kita peroleh sebelumnya. Walaupun masih menjadi seorang
yang fana, penganut yang patuh, sekarang menjadi ahli waris
dari Kehidupan Kekal (Rum 8:17, Tit. 1:2), dan sampai Yesus
kembali, itu tetap tinggal suatu soal janji dan pengharapan
(1 Yah 2:25; Tit 3:7).
Kita
dapat melihat kemudian, bahwa apabila seseorang dibaptis,
ia "Dilahirkan Kembali" (Yah 3:3-7; 1 Pet 1:23).
tidak dalam tubuh, tetapi di dalam fikiran (Rum 12:2). Beberapa
pun umur tubuhnya pada waktu itu, ia menjadi "bayi yang
baru lahir" dalam Kristus, dan ia TUMBUH dengan "susu
murni dari Firman" (1 Pet 2:2). Sebelum baptisan, ia
berada "dalam Adam", sekarang ia "dalam Kristus".
Paulus menulis dalam 2 Kor 5:17 "Apabila seseorang ada
dalam Kristus, ia adalah Suatu Ciptaan Yang Baru: hal-hal
yang lama telah lalu, perhatikan semua barang menjadi baru".
Seseorang semacam itu memperoleh posisi baru, status baru
dalam pandangan Allah Dimana ia dulu "seorang asing bagi
persetujuan perjanjian", ia sekarang menjadi "kawanan
setanah air dengan orang-orang suci" (Ef: 2:12, 13, 19).
Ia sekarang diangkat sebagai anggota keluarga Allah, seorang
Putera Allah dan saudara dari Yesus Kristus (Yoh 1:12; Rum
8:14-19; Gal 4:6,7; Ibr 2:10). Perhubungan ini dapat dinyatakan
dalam satu kata: "Kristadelfian" yang berarti Saudara
Kristus, pokok nama Kristus dan kata Yunani dari Saudara,
dijadikan satu istilah.
Yesus
berkata, bahwa Ia tidak malu memanggil mereka itu Saudara-saudaraNYa,
yaitu mereka yang melakukan kehendak Allah (Ibr 2:11; Mat
12:50). Untuk menjadi anak angkat Allah adalah suatu kehormatan
yang tertinggi yang dapat dicapai orang yang fana. Keajaibannya
begitu menggerakkan Rasul Yohanes, sehingga ia mengatakan
: "Lihatlah betapa besar kasih yang dianugerahkan bapa
kepada kita, sehingga kita disebut Putera Allah" (1 Yoh
3:1). Setelah menerima panggilan Injil, orang tidak hanya
memeluk harapan yang besar, cita-cita baru, sikap baru terhadap
dunia dan cara-caranya, tetapi ia mendapatkan tujuan baru
di dalamnya hidup, Tujuan baru dari hidupnya sekarang adalah
yang ditunjukkan oleh Tuhannya, ketika ia berkata: "Carilah
dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya" (Mat 6:33). Keduanya
berjalan bersama. Tiap orang yang bijaksana akan berusaha
sebaik-baiknya untuk menyesuaikan kehidupan dengan tujuan
besar itu. Kita mengatakan, bahwa hanya "dengan iman"
orang berdosa dapat memasuki tingkat mereka, yang disebut
menjadi "orang suci" (Rum 1:7). Tetapi kepatuhan
juga diperlukan untuk meyakinkan penerimaan pada waktu kedatangan
Tuhan. Kita disuruh untuk menjadi "pelaksana-pelaksana"
Firman itu, bukan hanya pendengar (Yak 1:22).
"Iman
tanpa Perbuatan adalah Mati" (Yak 2:20, 26)
Perbuatan
yang dikehendaki Allah adalah memelihara Hukum Kristus. Membaca
Firman Allah tiap hari akan menolong kita mengetahui dan merenungkan
hukum-hukum tersebut. Seperti "hukum dan para nabi"
semua ini dapat diringkas ke dalam dua hukum dasar yang besar,
yaitu:
(1)
Hendaklah kamu MENYINTAI Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu
dan sepenuh jiwamu dan sepenuh fikiranmu dan sepenuh kekuatanmu
dan
(2)
Hendaklah kamu MENYINTAI sesamamu, seperti dirimu sendiri.
Yesus sendiri berkata: Tidak ada lagi hukum lain yang lebih
utama daripada kedua hukum ini (Mar 12:30,31). "Kasih
adalah Penggenapan Hukum" (Rum 13:10)
Itu
adalah "jalan pendek" untuk memelihara semua hukum
yang telah diberikan oleh Pemberi Hukum yang besar kepada
orang-orang (Rum 13:9). Cinta kita terhadap Allah dan semua
manusia adalah efek dari itu (1 Yoh 4:10). "ALLAH adalah
KASIH" dan "Kasih adalah dari Allah" (ayat
7,8). Kita mencintai Dia, sebab Ia pertama-tama mengasihi
kita (ayat 19). Sekarang apabila kita mencintai Bapa, kita
tidak akan mencintai dunia, dalam pengertian mencintai dan
atau menginginkan cara yang ingkar terhadap Allah. Yakub bertanya
: Tidakkah kamu mengetahui, bahwa persahabatan dengan dunia
adalah permusuhan dengan Allah? Oleh karena itu barangsiapa
menjadi kawan dari dunia adalah musuh Allah " (Yak 4:4).
Yahya menjelaskan soal itu ketika ia menulis: "Janganlah
Mengasihi Dunia, juga hal-hal yang ada di dunia. Apabila seseorang
mencintai dunia, kasih Bapa tidak ada padanya".
Sekarang
perhatikan ini: "Untuk semua yang ada di dunia ini, nafsu
tubuh dan nafsu mata dan kecongkakan hidup, bukanlah daripada
Bapa, tetapi daripada dunia. Jika dunia mati, begitu pula
nafsu; Tetapi barangsiapa yang berbuat menurut kemauan Allah,
TINGGAL SELAMA-LAMANYA" (1 Yoh 2: 15 - 17). Kata-kata
yang sederhana ini sangat direnungi oleh orang-orang laki-laki
maupun perempuan yang tertarik kepada hal-hal yang akan berlangsung.
Pada malam pengkhianatan Yesus berdoa bagi murid-muridNya
yang akan segera ditinggalkan : "Aku berdoa agar supaya
engkau tidak mengeluarkan mereka dari dunia, tetapi hendaklah
Engkau menjauhkan mereka dari kejahatan. Mereka Bukan daripada
Dunia seperti Aku juga bukan daripada dunia. Kuduskanlah mereka
itu di dalam kebenaran; firmanMu itulah kebenaran" (Yoh
17: 15 - 17). Oleh karena itu, berada di dunia, tetapi bukan
dari dunia, adalah keadaan dari umat Allah yang menunggu kedatangan
Rajanya dari Sorga. Melalui pengabaran firmanNya yang penuh
dengan kebesaran, Allah mengunjungi orang-orang kafir untuk
mengeluarkan mereka sebagai 'Bangsa untuk namaNya. (Kis 15:14)
Injil adalah satu panggilan untuk pemisahan, sebagaimana kepada
Abraham Allah berseru "Keluarlah", begitu pula terhadap
mereka yang akan menjadi anak-anakNya. Allah masih berfirman
: "KELUARLAH dari antara orang-orang kafir dan terpisahlah,
dan janganlah menyentuh barang-barang yang najis, dan Aku
akan menerimamu, dan Aku akan menjadi Bapa bagimu, dan kamu
akan menjadi anak-laki-laki dan anak perempuan-Ku, Kata firman
Tuhan yang Maha Kuasa" (2 Kor 6:17,18). Mengenai keluar
ini, mempunyai banyak arti dengan bagaimana kita hidup, daripada
di mana kita hidup. Mereka yang mematuhi panggilan Allah untuk
"Keluar" tidak mengambil bagian dalam politik dunia
yang jahat pada dewasa ini. Mereka tiap hari menunggu dan
berdoa untuk satu Kerajaan yang akan mematahkan persoalan-persoalan
yang ada sekarang ini. (Dan 2:44; Mzm 2:8,9). Sementara itu
adalah perintah Tuhan bahwa mereka "jangan melawan kejahatan"
(Mat 5:39).
Memperhatikan
perintah itu "Jangan kamu terkena kutuk bersama orang
yang tidak beriman" (2 Kor 6:14). Mereka kawin "hanya
atas nama Tuhan" (1 Kor 7:39), dan mereka menganggap
sumpah perkawinan mengikat sampai mati (Mat 19:5,6; 5:32).
Mereka
menghindarkan kebiasaan-kebiasaan dan kesenangan-kesenangan
yang tidak sesuai dengan hukum Kristus. Walaupun tidak daripada
dunia, namun mereka diminta berbuat baik terhadap semua orang
(Gal 6:10), untuk membiarkan cahaya mereka bersinar di hadapan
orang-orang (Mat 5:16; 1 Pet 2:9), mencari untuk menyebarkan
Kebenaran Allah yang menyelamatkan.
Suatu
Tugas Penting
Suatu
tugas penting untuk saudara-saudara dalam Kristus adalah berkumpul
pada hari pertama tiap Minggu untuk berdoa kepada Bapa dan
untuk mengenang PuteraNya dengan cara yang ditunjukkan oleh
Yesus sendiri, yaitu dengan makan roti yang telah dipecahkan
(lambang dari tubuhNya), dan minum anggur yang telah dituangkan
(lambang dari darahNya yang ditumpahkan). Mereka mengerjakan
ini sebagai peringatan kasih dari pengorbananNya, sampai Ia
datang (Luk 22:19,20; 1 Kor 11:23-29). Dengan cara demikian,
mereka mengikuti contoh orang-orang Kristen pertama, meneruskan
dengan tekun ajaran dan persekutuan rasul-rasul, dan di dalam
hal memecahkan roti dan doa (Kis 2:42), bersuka-ria melihat
banyak tanda-tanda yang menguatkan iman mereka sebagai pertanda
Tuhan yang makin hari makin dekat (Ibr 10:25; Yak 5:8). Sementara
itu banyak yang harus dikerjakan oleh fihak mereka, menekankan
tanda demi pahala panggilan yang tinggi dari Allah dalam Yesus
Kristus (Pil 3:14). Yesus bersabda : "Tiada seorangpun
yang berpegang kepada tenggala serta menoleh kebelakang berlayak
bagi Kerajaan Allah" (Luk 9:12). Setelah mulai, kita
harus Tidak berbalik kembali.
Kita
memperoleh pelajaran yang mendalam dan sungguh-sungguh dari
sejarah bangsa kuno, milik Allah, bangsa Israel. Mereka dipanggil
dari perbudakan gelap di tanah Mesir, untuk dibimbing oleh
Musa ke tanah yang dijanjikan. Perjalanan mereka di padang
belantara merupakan masa ujian mereka, tetapi beribu-ribu
dari mereka gagal. Ketika iman mereka diuji, hati mereka berpaling
kepada apa yang telah mereka tinggalkan (Bil 14:3,4). Dan
sebagai hasilnya mereka tidak mencapai tujuannya. Sekarang,
bacalah apa yang dikatakan Paulus tentang hal ini di dalam
1 Kor 10:1-11. Baca juga kata-kata Yehuda ayat 5 di mana ia
mengingatkan kita
"bahwa Tuhan yang telah menyelamatkan bangsa itu dari
tanah Mesir, sesudah itu menghancurkan mereka yang tidak percaya".
Ada sebuah pepatah yang berbunyi: "Perjalanan seribu
mil dimulai dengan satu langkah". Langkah pertama yang
bagaimanapun pentingnya, bukanlah perjalanan yang telah selesai.
Lebih banyak langkah maju harus dijalankan. Baptis, walaupun
penting, bukanlah semuanya. "Terus menerus mengerjakan
pekerjaan yang baik dengan sabar" adalah yang dikehendaki
Allah dari kita (Rum 2:7).
Jalan
itu terbentang naik terus dan memanjang. Setelah itu tindakan
pertama dari iman. "Ada suatu peperangan yang harus ditempuh.
Ada suatu lomba lari yang harus dijalani. Mahkota kemuliaan
untuk dicari. Suatu kemenangan untuk diperoleh". Dalam
Ibrani 6:1 kita membaca: "Baiklah berhenti daripada menerangkan
pengajaran Kristus, Marilah kita berjalan terus menuju Kesempurnaan".
Ini
adalah benar-benar bernilai tinggi. Namun ini adalah panggilan
kita dengan tujuan kehidupan kita dalam Kristus. Kristus sendiri
adalah pola kita. Ia tidak hanya "menderita untuk kita,
yang meninggalkan kita sebagai contoh yang harus kita ikuti
jejak-Nya" (1 Pet 2:21), tetapi Ia tiap hari menolong
kita berjalan dalam kepatuhan di jalan yang telah Ia lalui.
Kendatipun kita berusaha, ada kalanya kita gagal, karena kelemahan,
tetapi ada obatnya apabila kita benar-benar bertobat. "Apabila
seseorang berdosa, kita memiliki seorang pengacara (pembela)
dengan Bapa, Yesus Kristus yang benar" (1 Yah 2:1). Betapa
besar kebijaksanaan, kemurahan dan kasih sayang Bapa dalam
menyediakan Perantara yang keperluannya yang utama dan yang
- karena telah menderita, dicoba - dapat menolong mereka yang
tergoda (Ibr
2:18). Dalam pekerjaan yang agung membangun karakter yang
menyenangkan pandangan Allah, "kita adalah Pekerja-pekerja
bersama Allah" (1 Kor 3:9). Betapa eratnya kerja-sama
ini ! Bagaimana dapat gagal, terkecuali kalau kita sendiri
yang gagal. Orang Kristen yang sejati sekarang (Kis 11:26)
bertujuan "seperti Kristus dalam sifatNya",
jadi apabila sekarang Yesus datang kembali ia akan dibuat
"seperti Dia", dalam sifat-sifatnya yang besar yang
dimilikiNya (1 Yoh 3:2; Fil 3:20,21). Untuk mengerjakan ini
kita harus belajar, menambah dan mengurangi. Kita harus mengurangi,
menunda, menyisihkan pekerjaan "cara-cara orang lama"
yang memiliki nafsu tubuh (Ef 4:22,25-31; Kol 3:8,9: Ibr 12:1).
Kita harus menambah sifat-sifat, atau memakai mutu "orang-orang
baru" di dalam Roh; dalam kata lain, atribut Kristus
(Ef 4:24; Kol 3:10,12-14; Gal 5:22,23; 2 Pet 1:5-8).
Kata
peringatan yang halus, di sini: apa bila proses ini membawa
kita dalam pencobaan dan penderitaan, itu tidak perlu mengherankan
kita. Itu telah menyenangkan Allah, dalam membawakan banyak
putera-putera kedalam kemuliaan untuk membuat "kapten
Keselamatan mereka Sempurna melalui Penderitaan" (Ibrani
2:10)
Banyak
anak-anak tidak dapat diharapkan "disempurnakan"
(Ibr 11:40) dengan cara lain, kecuali yang ditunjuk Allah
untuk "Kapten" mereka. Emas dimurnikan dengan api.
Permata diperindah dengan digosok. Batu-batu hidup yang diperuntukkan
membangun candi-rohnya Allah harus dibentuk (1 Pet 2:5,6).
"Yesus Kristus sendiri" adalah "batu penjuru
yang utama" (Ef 2:20,21), dan tiap batu lain, harus dibuat
se-irama dengan itu. Untuk menunjang kita melalui zaman percobaan
ini, kita perlu iman semacam yang dimiliki Abraham. Melihat
dengan mata iman itu, kita harus selalu mengambil pandangan
jarak jauh dan tidak pernah putus asa (2 Kor 4:8). Kita yakin,
bahwa "segala sesuatu" - (bahkan hal-hal yang tampaknya
sangat berat untuk dipikul), "bekerja sama demi kebaikan
bagi mereka yang mengasihi Allah, bagi mereka yang dipanggil
menurut tujuanNya" (Rum 8:28). Itu adalah bagus untuk
memperhitungkan beayanya.
Memperhitungkan
Beayanya.
Rasul
Paulus adalah Putera Allah yang banyak menanggung derita dalam
perjalanan pencobaan-pencobaan yang berat. Dan inilah kata-katanya
yang singkat "Aku berpendapat, bahwa penderitaan pada
zaman ini tidak layak dibandingkan dengan KEMULIAAN yang akan
diberikan kepada kita" (Rum 8:18). Di tempat lain ia
menulis "Penderitaan kecil yang bersifat sementara, bekerja
untuk kemuliaan kita yang kekal dengan cara yang jauh lebih
cepat, sementara kita melihat bukan pada hal-hal yang tampak;
karena hal-hal yang tampak bersifat temporer; tetapi hal-hal
yang tak tampak bersifat KEKAL" (2 Kor 4:17,18), (Lihat
Ibr 11:1).
Yesus
mengajukan pertanyaan di depan pendengar-pendengarNya untuk
meninjau untung-ruginya. Itu menolong kita untuk memperoleh
ukuran yang sungguh-sungguh benar mengenai nilai-nilai "Apakah
keuntungan orang, apabila ia memperoleh dunia seluruhnya tetapi
kehilangan nyawanya sendiri?" Dengan istilah-istilah
lain; Seorang, ditambah dunia. dikurangi hidupnya, sama dengan
APA?. Jawabnya begitu sederhana, bukan? Mengingat semua ini,
betapa pentingnya Sesudah Baptis kita dengan bebas mempergunakan
pertolongan-pertolongan besar itu, yang telah diberikan Allah
kepada umat-umatNya untuk menguatkan dan menunjang mereka
dalam menunggu dan bekerja demi KerajaanNya. Ini adalah:
1).
Bacaan harian dan mempelajari FirmanNya yang berharga (Mazm.1:2
; 119:97,105; Yoh.5:39; Kis.17:11; 2 Tim.3:16,17).
2).
Mendekatlah diri kepada tahta rahmatNya dalam doa melalui
IMAM AGUNG YANG TINGGI menurut petunjukNya (Ibr.4:14,15;
1 Yoh.2:1).
3).
Berkumpul secara teratur dengan mereka yang "memiliki
iman berharga" (2 Pet.1:1) dalam peringatan mengasihi
Kristus (Ibr. 10:25).
Ini
bagian dari RENCANA ALLAH DENGAN MANUSIA
bahwa dengan cara ini harus berjalan Terus Pekerjaan Agung
untuk mempersiapkan "Bangsa yang Disiapkan untuk Tuhan"
(Lukas 1:17 )
Apakah
ANDA salah satu dari mereka ? Tentunya anda tertarik
pada RENCANA ALLAH. Jikalau tidak, tentunya anda tidak
akan membaca sampai sejauh ini. Kemudian, mengapa tidak
mempercayakan iman anda di dalam janji Allah ? Itu tidak mungkin
gagal. Itu posotip. Itu tepat.
Satu
kata terakhir
Waktu
itu pendek. Dunia kita dewasa ini berada pada ujung
perubahan yang hebat yang telah kita sebutkan tadi.
Sementara itu " kesabaran Tuhan kita adalah
Keselamatan" ( 2 Pet.3:15). Ia mengundang kita untuk
hidup selama-lamanya; tetapi Ia tidak memaksa kita untuk menerima
ampun dan karuniaNya.
ANDA
harus memilih secara bebas ! Panggilan Alkitab terakhir,
adalah Barangsiapa mau Biarlah ia mengambil air
kehidupan dengan bebas" (Wahyu. 22:17).
Ingatlah
juga, bahwa hidup kita yang pendek dewasa ini adalah
begitu tak menentu, kita memegangnya dengan
benang yang tipis. "Apakah hidup anda itu ? Ia bahkan
merupakan uap yang tampak sebentar dan kemudian
lenyap " (Yak.4:14).
Bijaksanalah,
Allah memberikan hanya sesaat - dan untuk sesuatu tujuan.
Gunakanlah sebaik-baiknya selagi anda memilikinya. Tiada orang
lemah, tak berdaya dan tak kekal yang akan menolak tawaran
itu, untuk hidup selama-lamanya.
Kemudian
, kebijaksanaan kita terletak pada penggunaan hidup yang kita
miliki, bahwa melalui rakhmat Allah itu dapat membawa kita
kepada "kemuliaan, kehormatan dan kekekalan" (Rom.2:7),
dalam kerajaanNya yang akan datang .
Para
pembaca yang terhormat, inilah hari
kesempatan dan jangan lupa , tiap hari mempunyai
akhirnya ( Yoh. 9:4 ). Ketahuilah,sekarang
ini waktu yang tepat. SEKARANG adalah hari
keselamatan (2 Kor. 6:2 ). Jadi " HARI
INI , apabila anda mendengar suaraNya
" (Mazm.95:7; Ibr.3:7).
"
Carilah Tuhan , selagi Ia dapat ditemukan
; Panggilah NamaNya, selagi Ia dekat"
( Yes.55:6 ).
SEKARANG
ADALAH WAKTUNYA!
"
Oh, berbahagialah orang Yang mengerti berita
yang menggembirakan - Rencana Keselamatan
yang mengherankan; Baginya semua kecukupan".
Gereja
Saudara dalam Kristus Indonesia
Kerten Rt 01 Rw 10,
Jl. Mundu III No.40.
Solo 57143.
Tel/Fax. 0271.720964
alkitab@eudoramail.com
Bible
Mission, PO Box 10 Strathfield 2135 NSW, Australia
 |
|
Gereja
Saudara dalam Kristus Indonesia
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|