Rencana Allah dengan manusia

(Plan of God with mankind)

Semua disekitar kita dan diatas kita mengatakan,
ALLAH ITU ADA.

Dibumi dan dilaut dan dilangit kita melihat pekerjaan-pekerjaanNya yang agung. Di dalamnya terdapat hukum dan rencana dan kuasa.

Sekarang tiap hukum ada pembuatnya; tiap rencana ada perencanaannya,semua kuasa datang dari sesuatu pusat.Planit-planit yang bersinar di langit pada waktu siang dan malam berbicara kepada kita tentang Ia yang menciptakannya.

Matahari, bulan dan bintang-bintang berbicara kepada orang laki-laki maupun perempuan dari semua negeri,dan menceriterakan tentang kuasa Allah yang Agung,tentang kebijaksanaanNya dan kasihNya.Bacalah apa yang telah dikatakan,tentang hal-hal ini oleh orang-orang yang hidup lama sebelum zaman kita. (Mazm. 8:3,4    Mazm.19:1-6;  Ayub.38:31-33; Yes.40:26.)

Sekarang,apabila Allah itu ada,kita boleh yakin bahwa
HANYA ADA SATU ALLAH YANG SEJATI.

Pada zaman yang telah lalu, orang-orang banyak menyembah dewa-dewa. Mereka membuat berhala-berhala menurut ciptaannya sendiri dari kayu dan batu. Dewa-dewa ini palsu. Dewa-dewa ini tidak dapat melihat atau mendengar, juga tidak dapat berpikir atau bercakap-cakap, atau merasa (Mazm.115:4-8). ALKITAB memperkenalkan kepada kita  Allah yang HIDUP DAN SEJATI. Inilah beberapa hal yang menceriterakan  Alkitab kepada kita mengenai Allah itu.

  • ALLAH ESA  adanya, Ia tidak memiliki persamaan,Ia berada diatas semuanya.
    (Bacalah   Ul.6:4;  Yes.45:5,22;  1 Kor.8:6; Ef.4:6).

  • ALLAH  tiada bermula, Ia telah ada sepanjang waktu dan akan ada selama-lamanya. (Mazm.90:1,2;  Yes.40:28;  1 Tim.1:17).

  • ALLAH  bertahta di sorga, namun dengan RohNya (kuasaNya) Allah mengisi semua ruang. Dengan cara itu begitu Allah berada disemua tempat untuk melihat dan mendengar dan berbuat. (Mazm.139:1-12;   Mat.6:9).

ALLAH MEMPUNYAI RENCANA

ALLAH  menciptakan langit, bumi, dan bangsa-bangsa diatas bumi.Allah menetapkan batas-batasnya dan mengatur kelangsungan hidup mereka. (Kej.1:1; Neh.9:6;  Dan.4:17; Kis.17:24-28).

ALLAH  tidak menciptakan bumi dengan sia-sia,Allah menciptakannya untuk diisi dengan orang-orang yang akan memuliakan NamaNya.  Keadaan dunia yang jahat pada dewasa ini disebabkan dosa-dosa manusia. Tetapi rencana Allah yang difirmankanNya lama sekali,akhirnya adalah "Bumi harus diisi dengan kemuliaanNya" (Lihat  Bil.14:21; Yes.11:9;  Yes.45:18;   Hab.2:14).

ALLAH  adalah ALLAH PENGASIH. Sebenarnya "Allah adalah Kasih" (1Yoh.4:8).  Allah adil, murni dan suci,penuh rakhmat dan ampun.Allah menyuruh manusia agar seperti diriNya.Allah memberitahukan kita,bahwa mereka yang patuh padaNya, akhirnya akan diperkenankan ikut memiliki sifatNya yaitu hidup selama-lamanya dalam kemuliaan dan kuasa. (Kel.34:6,7; Ul.32:4; Mat.5:48; 2 Pet.1:4).

ALLAH  memperkenalkan rencanaNya dan caraNya didalam ALKITAB. Itu adalah kitab yang semua orang harus membaca, karena ALKITAB ADALAH FIRMAN.

Alkitab berasal dari padaNya. Jadi Alkita benar seluruhnya. Alkitab meyakinkan ; Alkitab tidak bisa gagal. Allah mengisi fikiran orang-orang yang menulisnya dengan hal-hal yang diinginkanNya agar kita mengetahui menghenai DiriNya,dan mengenal rencanaNya atas bumi ini dan manusia yang hidup diatasnya.Alkitab memberitahukan kepada kita apa yang telah dikerjakan oleh Allah pada waktu yang lampau, dan apa yang akan dilaksanakan dalam hari-hari yang mendatang,untuk mewujudkan rencana ini.

Alkitab memberitakan kepada manusia Hukum Allah untuk membimbingnya dalam kehidupan,sehingga pada masa yang akan datang,manusia dapat memperoleh kehidupan kekal (2 Tim.3:15-17).Apabila seseorang tidak membaca Alkitab,ia berjalan dalam gelap.Raja Daud telah bersabda: "FirmanMu adalah pelita bagi kakiku dan cahaya bagi jalanku" (Mazm.119:105). Sementara Rasul Petrus menulis mengenai hal itu sebagai "cahaya yang bersinar ditempat gelap,maka baik kamu perhatikan" ( 2 Pet.1:19).

Karena kita sekarang menulis tentang rencana Allah dengan manusia, kita akan memperhatikan berkali-kali Firman Allah yang Agung ini.Kita minta,hendaklah anda mempelajari bersama kita,bagian-bagian yang kita kutip.

Sekarang, marilah kita lihat apa yang dikatakan Alkitab,yang mengisahkan kepada kita tentang manusia. Didalam Buku pertamanya (Alkitab terdiri 66 Buku seluruhnya) kita diberi tahu bahwa.........

ALLAH MEMBUAT MANUSIA DARI DEBU

Manusia dibuat menjadi "Jiwa hidup", yaitu makhluk yang hidup,pada waktu ditiupkan oleh Allah "nafas kehidupan" (Kej.2:7). Adam (orang laki-laki yang pertama) dan Hawa, istrinya  (yang telah dibentuk dari salah satu tulang rusuknya Adam) ditempatkan dibawah hukum.Dengan cara ini Allah menguji mereka. Allah menempatkan mereka di Taman Firdaus untuk mencobanya,dan berfirman kepada mereka, bahwa mereka boleh makan buah-buahan dari pohon apa saja, kecuali satu. Apabila mereka makan buah dari pohon itu, mereka akan mati (Kej.2:17).

KEMATIAN TIBA KARENA DOSA

Ini merupakan kisah sedih.  Mereka digoda dan jatuh.Yaitu,mereka berdosa, pertama perempuan itu,kemudian laki-laki (Kej.3:6; 1 Tim.2:14). Allah menepati janjiNya,bahwa mereka sekarang harus mati (Kej.3:19), dan mati lah mereka (Kej.5:5).

Setelah Adam berdosa, Allah berfirman kepadanya, yaitu kepada orang (yang sebenarnya) Adam: "Debu adalah asalmu, dan kepada debu engkau akan kembali". Tetapi mereka itu tidak mati segera.Allah mengusir mereka dari taman tersebut untuk memperoleh kehidupan dengan susah payah dan dalam kesedihan, "sampai" mereka kembali menjadi debu. Anak-anak dilahirkan daripada mereka, Anak-anak ini juga akan mati, dan begitu seterusnya. Kematian memerintah atas semuanya. Lama sesudah zamannya Adam, Rasul Paulus menulis:"Oleh dosa seorang memasuki dunia,dan kematian oleh dosa itu;demikian kematian menimpa semua orang,karena telah berdosa" (Rom.5:12).

Sekarang,marilah kita bertanya: Apakah kematian itu? Apa yang dapat dipikirkan oleh orang-orang mengenai hal ini tidak akan dapat menolong kita sama sekali. Kita harus kembali kepada Alkitab.Apabila kita mengetahui, apa kematian itu sebenarnya, kita dapat mengetahui betapa besarnya kebutuhan manusia akan keselamatan. Tetapi kita juga dapat mengetahui, betapa besar kecintaan Allah terhadap manusia, dalam mempertemukan kebutuhan manusia dengan rahmatNya.

Sekarang Alkitab dalam (Pkh. 9:5) menceriterakan  kepada kita: "Orang-orang yang hidup mengetahui bahwa mereka akan mati, tetapi orang mati yang tidak mengetahui apa-apa".

ORANG YANG MATI TIDAK MENGETAHUI APA-APA

Bila seseorang dilahirkan,ia mulai hidup; bila ia meninggal,ia berhenti hidup.Itulah kebenaran  sederhana dari Alkitab. Tubuh kembali menjadi debu,seperti firman Allah,dan roh atau nafas kehidupan kembali kepada Allah yang memberinya (Pkh. 12:7). Orang hidup yang terbentuk dari dua unsur ini,tidak ada lagi.Nasib kita akan menjadi gelap,kecuali apabila Allah memberikan kepada kita pengharapan diatas liang kubur.

ALLAH MENGIRIM PUTERANYA UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA

Dari kematian,dan memberikan kehidupan yang kekal (Yoh.3:16; Yoh.10:10). Itu tentu saja, apabila manusia menerima caraNya. Allah minta agar manusia bertobat dan kembali kepadaNya. Allah menawarkan untuk mengampuni dosa mereka,asalkan mereka berbuat itu (Yes.55:7; Kis.2:38). Dengan cara ini Allah menunjukkan kecintaanNya kepada dunia yang telah hilang. Allah mengirim PuteraNya untuk membimbing manusia kembali kepadaNya, sebagai seorang gembala yang membawa kembali dombanya yang sesat (1 Pet.2:25). Yesus bersabda, bahwa Ia adalah Gembala yang baik,yang memberikan hidupNya untuk domba itu (Yoh.10:11).

YESUS PUTERA ALLAH

Di Firdaus Allah telah berfirman - setelah nenek-moyang kita, manusia pertama berdosa terhadapNya, bahwa keturunan orang perempuan itu akan meremuk kepala ular (Kej.3:15). Ular adalah penggoda orang perempuan itu dan penyebab dosa. Hawa telah bertindak atas kebohongan ular: "Engkau niscaya tidak akan mati" (Kej.3:4). Jadi ular itu datang mewakili dosa. Meremuk kepala ular itu berarti mengakhiri dosa, dan semua kejahatan yang dibawa oleh dosa kepada manusia. Tetapi siapakah keturunan orang perempuan itu yang akan membawa semua ini menurut firman Allah? Itu adalah Yesus (Kis.2:22) yang difirmankan Allah: "Inilah AnakKu yang kukasihi, kepadaNya Aku berkenan" (Mat.3:17).Allah berkenan kepadaNya, sebab seperti kata Yesus sendiri,Ia berbuat "hal-hal yang selalu menyenangkan BapaNya" (Yoh.8:29).

Didalam buku Galatia 4:4 kita membaca "Tatkala genap masanya,Allahpun menyuruhkan AnakNya yang lahir daripada seorang perempuan"  Yesus adalah benih perempuan itu.

BENIH PEREMPUAN

Sebab orang laki-laki bukanlah BapaNya,walaupun orang perempuan itu adalah ibuNya. BapaNya adalah Allah sendiri.Alkitab menyatakan,bahwa Allah memilih anak
perawan Yahudi,Maria, untuk menjadi ibu dari PuteraNya. Untuk menjadi demikian, ia disentuh dengan kuasa yang besar dari Allah. Malaekat Allah berkata kepadanya "Rohul Kudus akan datang kepadamu .......oleh karena itu,hal yang suci yang akan kau lahirkan akan disebut Putera Allah" (Luk.1:35).

ROHUL KUDUS

Rohul Kudus adalah Roh (yang dipisahkan) untuk sesuatu pekerjaan yang khusus. "Kudus" artinya terpisah atau dipisahkan. Dengan kuasa tersebut Allah melahirkan Yesus dan kemudian di dalam kehidupan Yesus-ketika Ia dibaptiskan oleh Yohanes disungai Yordan - Allah memberiNya Rohul Kudus. Dengan ini berarti, Allah tinggal didalam PuteraNya,berbicara kepada Israel melaluiNya,dan berbuat keajaiban-keajaiban yang kita baca dalam kehidupan Yesus (Mat.3:16; Yoh.3:34,5:19,8:28, 10:14, Kis.10:28). "Hal yang suci" itu, yang dilahirkan daripada Maria telah diberi nama sebelum dilahirkan. Lagi Malaekat Allah yang mengatakan : "Hendaklah engkau menyebut namaNya Yesus,karena Ia akan menyelamatkan bangsaNya dari dosa mereka" (Mat.1:21). Nama "Yesus", berarti "Allah yang menyelamatkan". Sekarang dengan jalan apa Yesus menyelamatkan dari dosa: Alkitab mengatakan: " Melalui Iman dalam darahNya"(Rom.3:25). Kitab yang sama berkata juga: ORANG YANG BENAR AKAN HIDUP DENGAN IMAN

Marilah kita lihat dalam hal-hal ini. Iman adalah sesuatu tindakan fikiran, dengan apa kita mempercayai hal-hal yang tidak bisa kita lihat dengan mata.Alkitab menjelaskan, bahwa tanpa Iman, tak seorangpun dapat menyenangkan Allah (Ibr.11:1,6). Allah menyuruh orang memper cayai PuteraNya - dalam apa yang telah diperbuat melaluiNya (Yoh.3:16; Rom.10:9,11). Apa yang telah diperbuat melalui Yesus diwaktu yang lampau? Dosa telah dikalahkan, kematian telah dirampas kekuasaannya, kehidupan kekal telah didatangkan (2 Tim.1:10).

Sekarang Yesus adalah se-orang telah diselamatkan. Ia "buah pertama" dari pekerjaan penyelamatan Allah (1 Kor.15:23).Sekarang Ia juga "dapat menyelamatkan mereka yang datang kepada Allah melaluiNya"(Ibr.7:25). Dan manusia tidak dapat datang kepada Allah dengan cara lain. Putera Allah berkata tentang diriNya,"tak seorangpun datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku"(Yoh.14:6). Adalah Yesus yang sama juga, yang mengucapkan panggilan yang mulia "Datanglah kepadaKu, hai kamu sekalian yang berlelah dan yang menanggung berat.Aku ini akan memberi sentosa kepadamu. Tanggunglah kukKu, danbelajarlah kepadaKu, karena Aku lembut dan rendah hati;maka kamu akan mendapat sentosa bagi jiwamu" (Mat.11:28,29).

YESUS MEMILIKI SIFAT-SIFAT KITA

Walaupun Putera Allah sejak dari lahir, Yesus dalanm segala hal dibuat seperti saudara-saudaraNya (Ibr.2:17). Ia sendiri juga mengambil bagian "berdarah dan berdaging" yang sama, seperti mereka yang diselamatkan (Ibr.2:14). Paulus juga menceriterakan kepada kita dalam Rom.8:3, bahwa Allah mengirim "PuteraNya sendiri dalam rupa manusia yang berdosa". Dalam 1 Kor.15:45,kita membaca tentang Yesus sebagai "Adam terakhir". Kita melihat,bahwa Adam pertama berdosa dan karena ia berdosa,ia mati. Adam terakhir,"dalam segala hal dicoba se-perti kita,namun tanpa dosa"( Ibr.4:15 ). Ia dapat mengatasi Iblis.

IBLIS

Iblis adalah sebutan dalam Alkitab untuk dosa dalam berbagai bentuk.Allah berfirman kepada kita,bahwa "tiap orang dicoba,apabila ia terbawa oleh nafsunya sendiri" (Yak.1:14). Kita mengetahui demikian,dari apa yang kita rasakan dari dalam diri kita sendiri.

Yesus benar-benar "tanpa dosa", tetapi keturunan ular (orang-orang Yahudi dan orang-orang kafir bergabung didalam dosa) memakuNya pada sebuah kayu salib. Itu adalah kemauan Allah, bahwa PuteraNya yang dikasihi  harus mati dengan cara demikian (Kis.2:23). Yesus me-matuhi kehendak BapaNya, bahkan sampai kematian yang kejam di kayu salib (Luk.22:42; Fil.2:8). Dalam penumpahan darahNya, hidupNya dikorbankan untuk menebus orang lain (Yes.53:5,6; Ibr.9:22; 1 Pet.2:24,3:18). Ia memberikan hidupNya yang berharga agar supaya orang-orang yang berdosa dapat hidup melaluiNya. Dalam hal ini adalah kasih - dalam bentuk yang terbesar dan terdalam. Yesus sendiri berkata: "Kasihg yang lebih besar yang tidak memiliki orang lain, bahwa seorang mempertaruhkan hidupnya untuk kawan-kawannya" (Yoh.15:13)

Tidak hanya kasih dari pada Putera, tetapi juga kasih daripada Bapa yang ditunjukkan,dalam hal ini Ia tidak menyayangkan Putera TunggalNya,tetapi mengorbankanNya untuk kita semua (Rom.8:32). Paul berkata dalam Rom.5:8 "Allah menyatakan kasihNya kepada kita, tatkala kita masih berdosa, Kristus mati untuk Kita.

KRISTUS MATI UNTUK KITA

Tetapi ini tidak berarti, bahwa Allah menghukum PuteraNya untuk dosanya orang lain, melainkan Allah mengampuni orang-orang apabila mereka mempersatukan diri dengan kematian Yesus dengan Allah sendiri, yaitu dengan baptisan (Rom.3:25, 6:3,4, Kol.1:14). Kita akan meneliti dengan lebih seksama persoalan itu, nanti.

Walaupun Yesus mati dan dikuburkan,tetapi tidak seperti Adam pertama yaitu kembali menjadi debu. Firman Allah kepada orang-orang pertama yang berdosa "Kedalam debu engkau kembali" - tidak dipenuhi oleh Yesus,orang yang tidak berdosa. Allah yang Maha Adil tidak akan membiarkanNya, karena Yesus "tanpa dosa".

ALLAH MEMBANGKITKAN YESUS DARI ANTARA ORANG-ORANG MATI dan memberiNya kebesaran (Kis.2:32-33). Lama sebelum Yesus dilahirkan, telah ditulis mengenai diriNya: "Engkau tidak akan membiarkan jiwaku dalam alam maut, dan tiada Engkau dari orang kudusMu kena binasa" (Mazm.16:10, Kis.2:27). Bapa memberikan PuteraNya yang benar KEHIDUPAN untuk selama-lamanya,dan menempatkanNya disebelah kananNya sendiri di sorga (Mazm.110:1). Disana Yesus sekarang bertindak sebagai Imam Agung atas rumahNya sendiri. RumahNya terdiri dari mereka yang menanggung nama dalam iman dan kebenaran (Ibr.3:6).Segera kita akan melihat BAGAIMANA kita dapat menanggung namaNya,dan dengan demikian dapat di per-"SATU" bersama Nya, agar supaya ambil bagian dalam kemenanganNya. Walaupun Yesus telah lama meninggalkan bumi ORANG-ORANG MATI AKAN DIBANGKITKAN.

Pekerjaan pertama dari Tuhan Yesus bila datang lagi,adalah membangkitkan orang-orang mati dari tidurnya (Dan.12:1,2, Yoh.6:40, 1 Kor.15:52, 1 Tes.4:16). Tetapi tidak semua orang akan dibangkitkan.Alkitab mengajarkan,bahwa mereka yang tidak mengerti apa-apa mengenai Allah dan rencanaNya akan tinggal didalam kubur (Mazm.49:14,20,  Amsal.21:12). Sebaliknya,apabila seseorang mengetahui kehendak Allah dan menolak untuk mematuhi perintah-perintahNya ia harus bertanggung jawab atas dosa-dosanya (Yab.4:17). Orang-orang mati akan dibangkitkan supaya diadili dan diberi pahala menurut pekerjaan-pekerjaannya. Paulus berkata kepada orang-orang yang mengetahui kehendak Allah: "Kita harus menampilkan diri" didepan kursi pengadilan Kristus.

KURSI PENGADILAN KRISTUS.

Tiap orang akan menerima hal-hal pada tubuh,menurut apa yang telah diperbuat,baik atau jahat (2 Kor.5:10). Allah telah membuat Yesus menjadi Hakim bagi orang-orang mati dan orang-orang hidup (Kis.10:42, 17:31, 2 Tim.4:1). Hukuman itu memisahkan orang-orang menjadi dua bagian - yang jahat dan yang benar. ORANG-ORANG JAHAT AKAN MUSNAH.

Alkitab telah menunjukkan kepada kita, bahwa orang-orang jahat tidak akan hidup selamanya. Mereka akan diputuskan dari kehidupan - yaitu dihancurkan,sesudah dihukum seperti apa yang telah diputuskan Hakim (Mazm37:9,10,20;  Mat.4:1;  2Tes.1:8,9). Tetapi sementara, "Upah dosa adalah maut" juga benar, bahwa PAHALA ALLAH ADALAH KEHIDUPAN KEKAL melalui Yesus Kristus "Tubuh kita" (Rom.6:23). Ini sesungguhnya kebenaran yang paling menggembirakan yang ada di dalam Alkitab. Hidup selama-lamanya bukanlah hal yang dapat kita peroleh sebagai upah. Kematian adalah upah bagi orang-orang yang berdosa,tetapi kehidupan kekal hanya dapat datang kepada kita oleh Karunia Allah. Yesus akan menganugrahkan pahala yang berharga ini kepada semua yang Ia terima ketika Ia datang lagi (Yoh.10:28; Rom.2:6,7; 1 Kor.15:53,54; 1 Yoh.2:25).

KEPERCAYAAN DAN BAPTISAN KEDUANYA ADALAH PERLU apabila kita hendak memperoleh pahala besar dari Hidup Kekal. Yesus sendiri berkata: "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan" (Mark.16:16). Hal-hal yang kita harus percaya adalah hal-hal yang diajarkan Yesus dan yang diberitahukan kepada rasul-rasulNya untuk diajarkan sesudah Ia meninggalkan bumi. Hal-hal itu adalah INJIL dari KERAJAAN ALLAH.

Bacalah apa yang diterangkan Alkitab kepada kita mengenai tema dari pemberitaan(pekabaran) Yesus dalam Mat.4:23; Mark.1:14; dan Luk.8:1.  Itu adalah Kerajaan Allah. Sekarang baca apa yang dibicarakan rasul-rasulNya,ketika mereka melaksanakan perintah Tuhannya,untuk "pergi ke seluruh dunia dan mengabarkan Injil kepada tiap makhluk" (Kis.8:12,28:31). Perhatikan,bahwa dalam Kis.8:12, kita diberitahu,bahwa ketika orang-orang Samaria "percaya Filipus mengabarkan hal mengenai Kerajaan Allah dan nama Yesus Kristus mereka dibaptis, baik wanita maupun pria".

Baptisan tidak pernah dilaksanakan,kecuali bagi mereka yang mengetahui dan percaya kebenaran Injil. Sungguh, tidak ada baptisan yang terpisah dari percaya kepada KEBENARAN. Yesus berkata: "Hendaklah kamu mengetahui Kebenaran, dan Kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yoh.8:32). Sedang Paulus menceriterakan kepada kita dalam Ep.4:4-6,,"Satu tubuh,dan Satu Roh,sebagaimana kamu telah dipanggil kepada Satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu; Satu Tuhan, Satu Iman, Satu Baptisan, Satu Allah Bapa dari semuanya" Kita harus mengenal "satu-satunya Allah" dan "satu-satunya pengharapan",jikalau kita ingin mengambil bagian dari "satu-satunya baptisan".

Kita akan kembali nanti pada soal baptisan ini dan menanyakan; Apa gunanya bagi kita?

Setelah memperhatikan hal-hal yang mengenai nama Tuhan Yesus Kristus,marilah kita menanyakan APAKAH KERAJAAN ALLAH ITU ?

Jikalau kita membaca Alkitab,maka kita menjumpai sangat banyak yang dikatakan tentang hal itu.Tidak hanya dikabarkan oleh Yesus dan para muridNya saja,tetapi kita juga membaca tentang hal itu didalam Perjanjian Lama. Umpamanya,didalam buku Daniel bab 2 ayat 44 kita diberitahu tentang sebuah Kerajaan yang akan didirikan oleh Allah diatas bumi ini. Kerajaan itu akan mengakhiri semua pemerintahan manusia.Kerajaan itu akan luas dan akan berlangsung selama-lamanya.

Didalam bab 7 ayat 18 buku yang sama,kita jumpai bahwa orang-orang suci adalah mereka yang akan " memiliki Kerajaan itu untuk selama-lamanya". Mereka yang memakai nama Kristus dalam baptisannya (Gal.3:27) adalah mereka yang "disebut menjadi orang suci" (Rom.1:17). Apabila terbukti mereka setia terhadap panggilan yang luhur itu,seperti yang dikatakan sebelumnya-mereka akan menerima hadiah yang besar pada kedatangan Kristus,yaitu Kehidupan untuk selama-lamanya ;tetapi tidak hanya itu,karena mereka akan diberi tempat kehormatan dan kuasa dan kemuliaan dan kesukaan dalam Kerajaan Allah yang kekal. Itu adalah sebagian dari Rencana Allah dengan manusia.

Sekarang,sebuah kerajaan harus terdiri dari banyak bagian. Harus mempunyai Raja, pembantu-pembantu raja, ibukota ,rakyat, hukum dan wilayah. Alkitab memberitahukan kepada kita tentang semua ini, bahwa YESUS AKAN MENJADI RAJA dalam Kerajaan yang luas yang akan datang itu. ketika Ia berdiri didepan Pilatus sebagai seorang terhukum,Gubernur Romawi itu  bertanya: "Apakah kamu seorang raja juga?" dan dijawab oleh Yesus, "Untuk itu Aku lahir dan untuk itu Aku datang didunia ini,supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran" (Yoh.18:37). Ini merupakan kebenaran yang penting tentang Yesus, bahwa Ia dilahirkan untuk menjadi Raja. Malaekat Jibril berkata kepada Maria, ibu Yesus,sebelum Ia dilahirkan: "Ia akan menjadi besar dan akan disebut Putera Yang Maha Tinggi,dan Tuhan Allah akan memberiNya tahta Daud, nenek moyangNya,dan Ia akan memerintah atas benih Yakub (Israel) untuk selamanya, dan mengenai KerajaanNya tidak akan berakhir" (Luk.1:32). Didalam kata-kata malakat Allah ini, kenyataan yang sangat penting ini dibawa dihadapan kita:

1).Yesus Putera Allah dan Putera Daud. (Ia dilahirkan dalam urutan keturunan Daud, Maria, ibuNya berasal dari nenek moyang Daud).

2).Ia akan memerintah atas tahta Daud diseluruh Kerajaan Israel untuk selamanya.

Hal ini membawa kita kembali kepada sejarah PERJANJIAN ALLAH DENGAN DAUD dibuat ketika Daud sedang memerintah sebagai Raja Israel kira-kira 3.000 tahun yang lalu. Kita mempunyai catatan tentang hal ini dalam 2 Sam.7:12-16. Dari situ kita dapat mempelajari bahwa Allah telah menjanjikan kepada hambaNya,bahwa Allah akan memberikan seorang putera yang akan memerintah atas tahtaNya untuk selamanya.

Kata-kata malakat kepada Maria, 1.000 tahun kemudian (sudah dikutip dari Luk.1:32)
menunjukkan dengan jelas siapa anak yang dijanjikan itu.Yesus tidak pernah memerintah di atas tahta Daud sebagai raja Israel. Ia dilemparkan oleh bangsa itu dan dibawa sebagai anak Domba yang akan dibantai (Yes.53:7). Diatas tiang salibnya ada tulisan, dimana pemimpin-pemimpin bangsa itu mengejek tuntutannya: "Yesus orang Nazaret, Raja bangsa Yahudi". Gelar itu benar adanya, Ia Putera Allah, Ia Raja Israel (Yoh.1:49).

Jadi agar supaya persetujuan Allah dengan Daud dapat dipenuhi sebaik-baiknya, perlu hal-hal tertentu;

1). Yesus sendiri harus kembali ke bumi.

2). Daud sendiri harus dibangkitkan dari antara orang mati.

3). Israel sebagai satu bangsa harus dengan kerendahan hati menerima Rajanya,yang dahulu ditolak.

4). Kerajaan israel dibawah Kristus, harus dikembalikan di negeri dimana Daud memerintah. Tanda-tanda pergolakan dari zaman kita menunjukkan, bahwa kejadian-kejadian yang besar ini sudah dekat.

ISRAEL - BANGSA YANG TERPILIH

Sekarang kita harus bertanya; Apa yang telah terjadi dengan tahta dan kerajaan Daud? Ini semua sudah tidak ada. Kerajaan itu berakhir,karena Israel, sebagai bangsa yang telah dipilih Allah untuk menjadi bangsa yang suci (Ul.7:6) gagal dalam mematuhi perintah-perintah Allah  mereka. Waktunya tiba ketika Allah tidak dapat lagi menahan mereka dan Allah menolak mereka. Tetapi Allah tidak melenyapkannya. Allah tidak menolak mereka untuk selama-lamanya. Inilah yang dikatakan Paulus dalam Rom. 11:1,2. "Sudahkah Allah menolak umatNya itu? Sekali-kali tidak,Allah tidak menolak umatNya yang telah dikenalNya". Ia berkata lagi: Kebutaan sebagian terjadi pada bangsa Israel,sampai zaman orang kafir itu genap. Dan oleh karena itu seluruh bangsa Israel akan diselamatkan seperti tertulis: "Akan muncul dari SION PENYELAMAT dan akan mengubah hal-hal yang tidak berdasarkan ke-Allah-an dari Yakub, karena ini adalah persetujuanKu dengan mereka,Aku akan melenyapkan dosa mereka".

Tetapi marilah kita kembali pada waktu ketika Allah menolak umatNya dengan menyerahkan mereka kepada pemerintahan orang kafir.Allah mengirim nabiNya (Yehezkiel) untuk mengatakan kepada raja terakhir yang duduk diatas tahta Daud (Zedekia) "Aku akan membalik, membalik, dan membalikkan (Kerajaan), maka satupun tiada akan ada, sampai datang Ia yang berhak atasnya, dan kepadaNya Aku serahkan" (Yeh.21:27). Begitulah jadinya, Babilonia, Gerika dan Roma, pada waktu yang berbeda-beda dalam sejarah ikut ambil bagian dalam pembalikan itu.Ketika Yesus dilahirkan (Ia yang berhak atasnya), negeri itu ditangan Roma.

Yesus sendiri meramalkan,bahwa Yerusalem akan jatuh dan orang-orang Yahudi akan bercerai-berai. Ia berkata: "Mereka akan jatuh diujung pedang, dan dibawa menjadi tawanan segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh orang kafir, sehingga genap segala zaman orang kafir itu" (Luk.21:24). Memang begitulah. Dalam tahun 70, Yerusalem jatuh dan sejak itu, sampai dewasa ini, orang-orang Yahudi mengembara diantara bangsa-bangsa.

Orang-orang Yahudi - saksi Allah

Tetapi itu adalah bagian dari rencana besar Allah, bahwa orang-orang Yahudi harus kembali ke tanah-airnya setelah bercerai-berai lama sekali. Allah telah berfirman demikian melalui nabi-nabi-Nya, umpamanya melalui Yehezkiel Allah berfirman (Bab 37:21,22): "Aku mengambil kelak akan bani Israel dari antara segala orang kafir kepadanya mereka itu sudah pergi, dan Aku akan menghimpunkan mereka itu dari mana-mana dan membawa akan mereka kedalam negerinya; maka Kujadikan mereka itu sebangsa juga di dalam negeri itu di atas pegunungan Israel, dan SEORANG RAJA akan menjadi reja mereka sekalian". Dalam semua sejarah mereka yang lama dan pahit, hal-hal yang telah terjadi pada bangsa Yahudi telah membuktikan KEBENARAN dari firman Allah. Allah berfirman mengenai mereka: "Kamu adalah saksi-saksiKu, bahwa aku adalah Allah." (Yes 43:12) Pada bangsa Israel dewasa ini, kita melihat salah satu dari tanda-tanda dari Zaman kita.

Di zaman kita sendiri, kita telah melihat-dan masih melihat bangsa Yahudi dibawa ke negeri mereka sendiri. Dua perang dunia yang besar banyak menolonga memajukan pergerakan itu. Dalam bulan Mei 1948, kita mendengar Negera Israel diproklamirkan di depan dunia. Jadi mereka dibuat "satu bangsa di negeri .... Israel" Namun demikian "satu Raja" itu belum muncul. Betapa dekatnya kita dengan waktu kedatangan-Nya. Yesus memberikan kita tanda-tanda yang lain yang harus kita cari sebelum kedatangan-Nya. Dia berkata, di atas dunia akan ada kesusahan pada segala bangsa dan kekacauan ... maka orangpun mati karena ketakutan, dan menantikan segala perkara yang akan berlaku di atas bumi ini (Luk21:25,26). Dan, tidakkah itu tepat seperti apa yang kita lihat sekarang? Yesus menambahkan: "Pada waktu kamu nampak segala sesuatu itu jadi, ketahuilah olehmu bahwa Kerajaan Allah sudah dekat" (ayat 31). Dan ada banyak tanda-tanda lain yang tidak bisa kita lihat sekarang. Tetapi semua menunjukkan cara yang sama.

Marilah sekarang kita kembali ke Perjanjian itu. Apabila Yesus harus memerintah di atas tahta Daud, bapak-Nya, kemudian YERUSALEM harus menjadi Kota Raja dari seluruh bumi, akrena di sanalah Daud memerintah. Nabi Allah berkata: "Pada waktu itu mereka akan mnyebutnya: Yerusalem Takhta Tuhan" (Yer 3:17). Yesus sendiri berkata "bahwa Yerusalem adalah Kota Raja yang Agung" (Mat 5:35). Lihatlah juga, apa yang ditulis sendiri oleh Daud tentang hal itu di dalam Mazm 48:2. Allah berfirman, Allah akan melantik Rajanya di atas "bukit suci Sion" (Mazm 2:6) dan menyatakan pemilikan dunia di dalam kesukaannya. Kepada "Yang diUrapi" - Kristus atau Juru Selamat - Allah berfirman : "Aku akan memberimu bangsa-bangsa untuk warisanmu, dan bagian-bagian bumi yang terjauh untuk meilikmu" (ayat 8). Ini menunjukkan kepada kita bahwa Yerusalem akan menjadi pusat Kerajaan Allah, dan seluruh bumi akan menjadi wilayahnya. RAJA yang memerintah di SION akan menjadi
Raja di seluruh bumi (Zakh 14:9). Kita membaca dalam Mzm 72 ayat 11: "Semua raja-raja akan sujud di depan-Nya; semua bangsa akan melayani-Nya."

Sekarang kita melihat bahwa Orang-orang Suci-Nya Kristus yang setia akan menjadi wakil-wakil-Nya di dalam Kerajaan itu. Yesus sendiri berkata kepada Petrus, bahwa mereka yang telah mengikuti jejak-Nya akan memperoleh kebesaran pada hari yang akan datang itu (Mat 19.28). Paulus berkata: "Apabila kita menderita, kita juga akan memerintah bersama Dia" (2 Tim 2:12), sementara itu dalam pesan terakhirnya kepada orang-orang sucinya yang menunggu, Yesus memberikan janji-Nya yang agung: "Maka orang yang menang Aku memberi dia duduk dengan Aku di atas tahtaKu" (Wah 3:21). Lihatlah juga Wahyu 5:9,10. Orang-orang suci yang diterima dan dimuliakan memuji kepada rajanya: "Singa yang daripada suku Yehuda, ya itu akar Daud": "Engkau telah menjadikan kita bagi Tuhan raja-raja dan imam-imam, lalu kita akan memerintah di atas bumi". Bumi adalah Warisan yang dijanjikan bagi Orang-Orang yang benar.

Ini jelas dari apa yang telah kita katakan sebelumnya tentang Kerajaan itu. Tetapi juga jelas dinyatakan oleh Yesus sendiri: "Berbahagialah segala orang yang lembut hatinya, karena mereka itu akan mewarisi bumi" (Mat 5:5). Daud mengatakan hal yang sama: "Orang-orang yang lembut hatinya akan mewarisi bumi dan akan bersuka ria dalam damai yang berlebihan". Juga dalam Amsal Sulaiman 11:31, kita memiliki kebenara itu: "Orang-orang yang benar akan dibalas di dunia ini". Kristus dan orang-orang sucinya akan memerintah atas Israel yang dilahirkan kembali (ke-tidak-percayaan-nya dilenyapkan), dan atas mereka di antara orang-orang kafir yang akan terhindar dari hukuman Allah yang adil. Ini menjadi kaum yang tidak kekal dari Kerajaan itu, yang akan mengambil manfaat yang besar yang akan dibawakan oleh pemerintahan yang benar dari Kristus. Dalam hal ini Israel kelak akan menjadi bangsa yang paling utama.

Nabi Allah menyatakan: "Bangsa dan kerajaan yang tidak mengabdi padaMu akan binasa" (Yes 60: 10-15). Mereka yang memerintah dengan Kristus akan kekal, bahwkan dengan orang-orang yang tidak kekal di bumi, jangka waktu hidupnya akan diperpanjang; "Anak itu akan mati pada umur seratus tahun." (Yes 65:20) . Tidak sukar bagi kita untuk mengetahui betapa lebih baiknya kehidupan itu, apabila semua umat manusia diperintah oleh Satu Hukum yang Sempurna Adil dan Bijaksana yang akan membawakan kegembiraan dan perdamaian pada semua orang, dan kebesaran bagi Allah,. betapa banyaknya kejahatan dan kesengsaraan di dunia kita dewasa ini datang dari pemerintah-pemerintah dan hukum-hukum yang jahat. Tetapi KEMUDIAN alangkah berbedanya.

Alkitab memberitahukan kepada kita "Dari Sion akan keluar hukum dan firman Tuhan dari Yerusalem." (Yes 2:3). Begitu baik hukum itu, dan begitu menggembirakan effeknya, sehingga orang akan berharap mengetahui lebih banyak tentang itu, agar supaya mereka mematuhinya. Mereka akan mengatakan (lihat ayat yang sama) "Datanglah dan marilah kita naik ke gunung Tuhan, ke erumah Allahnya Yakub; dan Ia akan mengajarkan kita cara-caraNya dan kita akan berjalan di jalan-Nya" Dan sekarang kita harus mengatakan sedikit lagi tentang Berkat dari Zaman yang akan datang yang merupakan hasil dari pemerintahan yang benar dari raja Israel dan keluarnya hukum yang sempurna dari Sion keseluruh ujung bumi. Nabi menceritakan kepada kita dalam Alkitab yang sama (ayat 4), bahwa peperangan akan berakhir, senjata-senjata pertempuran akan diubah menjadi alat-alat pengolahan tanah yang penuh kedamaian.

Semua bangsa akan melucuti senjata masing-masing. Bangsa-bangsa tidak saling berperang, juga tidak akan mempelajari peperangan, satu hal yang sangat mulia. Dalam kedatangan Kristus terletaklah satu-satunya obat, untuk dunia kita yang telah dirobek-robek oleh perang dan telah lelah karena perang itu. Ia adalah Pangeran Perdamaian dan mengenai diriNya nabi berkata: "Maka kebesaran pemerintahanNya dan selamat yang tidak berkesudahan, atas tahta Daud, dan atas kerajaanNya" (Yes 9:6,7). Karena waktu yang telah diberkati ini Yesus mengajar pengikut-pengikutNya untuk berdoa "Datanglah KerjaanMu, jadilah kehendakMu di dunia ini, seperti di surag" (Mat 6:10).

Ketika Yesus dilahirkan di Betlehem, malaekat-malaekat menyanyikan lagu gembira: "Segala kemuliaan bagi Allah yang Maha Tinggi, dan sejahtera di atas bumi di antara orang yang diperkenankanNya" (Luk 2:14). Tetapi hanya apabila Yesus memerintah sebagai Raja, kata-kata itu akan dipenuhi. "Segala kemuliaan bagi Allah" adalah kewajiban manusia yang pertama. Apabila itu telah diberikan damai akan menyusul. Sementara itu adalah peraturan Allah dalam semua urusan dengan manusia, bahwa "bagi orang jahat tidak ada selamat" (Yes 57:21).

Untuk  memperoleh gambaran lengkap mengenai kesukaan dan karunia dari pemerintahan Kristus bacalah Mazmur 72. Itu membawakan gambaran indah di depan fikiran kita - seorang Raja yang memerintah dalam kebenaran, kekuasaanNya terbentang luas, ada "damai yang berkelebihan" (ayat 7), tidak ada lagi kekjaman maupun ke-kurang ajaran, tidak ada lagi penindasan, kekurangan atau kesusahan, orang miskin dan orang yang kekurangan tidak akan mempunyai kesukaran seperti semula. Alangkah baik berita itu apabila kita membaca (dalam ayat 17) "NamaNya akan kekal selama-lamanya .... dan Manusia akan diberkati dalam-Nya: segala bangsa akan menyebut Dia sebagai yang diberkati". Daud mengakhiri Mazmurnya dengan puji-pujian yang penuh kegembiraan terhadap Pengarang Agung dari rencana yang mulia ini: "Karunia bagi Tuhan Allah, Allah dari bani Israel yang hanya melakukan hal-hal ajaib, dan karunia bagi namaNya yang penuh kebesaran untuk selama-lamanya dan Biarlah Bumi seluruhnya diisi dengan kebesaran-Nya: Amin, dan Amin". Dan itulah, seperti yang kita katakan semula, adalah RENCANA ALLAH DENGAN MANUSIA.

Dalam bagian-bagian lain dari Alkitab (umpamanya Yesaya 35), kabar kesukaan yang sama ini dicantumkan dan banyak hal-hal lain diberitahukan kepada kita tentang kerajaan Allah. Bahkan Bumi-pun akan dibebaskan dari segala kutuk yang ada (Kej 3:17,18). Kita katakan sebelumnya, bahwa pekerjaan Kristuslah yang melenyapkan segala akibat dosanya Adam. Apabila Ia memerintah, dunia akan memberikan banyak hasil (Mzm 67:6, 72:16) sehingga "orang penenggala akan mengganti orang penyabit" (Amos 9:13). Yaitu panenan sawah akan begitu besar sehingga hasil panenan hampir tidak bisa dikumpulkan seluruhnya sebelum waktu menanam tiba lagi (dari bagian yang tersebut di atas - ayat 11-15-perhatikan kapan terjadi). Kristuslah akan "membuat semuanya baru". Ia adalah Penyembuh Agung dari suku bangsa kita, dalam arti kata fisik maupun spirituil. Penyakit dan rasa sakit akan lenyap (Yes 33:24) dan bahkan kematian akhirnya tidak akan ada lagi.

Paulus memberitakan kepada kita dalam 1 Korintus 15:25, bahwa Kristus "harus memerintah sampai musuh-musuhNya ditaklukkan semua. Musuh terakhir yang harus dihancurkan adalah kematian". Seribu tahun yang pertama dari Kerajaan Allah sering disebut sebagai Millennium akan merupakan fase terakhir dari pekerjaan Kristus yang agung dalam menyesuaikan segala sesuatu dengan kehendak Allah. Pad akhir waktu itu perubahan-perubahan tertentu akan terjadi. Mereka yang telah mati seribu tahun akan dibangkitkan dan diadili (Wah 20:12-14).

Seperti dengan mereka yang diadili pada waktu kedatangan Kristus, orang-orang jahat akan binasa dan orang-orang yang benar akan diberikan hidup kekal. Akhirnya kematian akan lenyap untuk selama-lamanya dari bumi. Tak seorang-pun akan tertinggal, kecuali suku bangsa yang telah ditebus, kekal-semua memiliki sifat Allah sendiri- yang akan mengisi bumi seluruhnya dengan kebesaranNya. Pekerjaan dari Kristus akan selesai dan semuanya ditaklukkan kepadaNya. Allah akan menjadi semuanya di dalam sekalian (1 Kor 15:28) dan akhirnya akan dinyatakan kepada oangt-orang. dalam Wahyu 21:3,4 kita diberi pandangan sekilas yang penuh kebesaran dari rencana Allah yang telah disempurnakan. "Ingatlah bahwa tempat kediaman Allah itu bersama-sama dengan manusia, dan Allah akan diam bersama-sama mereka itu, dan mereka itu akan menjadi kaumNya, dan allah sendiri akan beserta dengan mereka itu, dan menjadi Allahnya. Dan Allah akan menyapukan segala air mata dari matanya, dan Tidak akan ada lagi Kematian, juga tidak ada duka, tangis dan rasa sakit, karena hal-hal yang dahulu telah lenyap."

Dalam bab yang paling akhir dari Alkitab kita membaca banyak tentang "penyembuhan" dunia kita yang sakit, dan di sana (Wahyu 22:3) kita menjumpai kabar gembira dan menggemparkan: "Tidak akan ada lagi Kutuk".

Dan dengan begitu dibawa kepada babak terakhir, yang besar RENCANA ALLAH DENGAN MANUSIA. Jikalau kita melihat pada keadaan yang jahat dari dunia dewasa ini, mungkin kita tidak melihat banyak dalam bentuk sebuah rencana. Tetapi akhirnya juga harus kita lihat. Anda tidak akan melihat garis-garis yang indah dari sebuah gedung yang megah ketika sedang dalam proses dibangun. Tetapi orang yang merencanakannya - arsiteknya - dan mereka yang telah mempertimbangkan rencananya dapat melihat dengan mata iman, pekerjaan yang telah selesai. Mereka mengetahui, bilamana semua bahan-bahan yang tak terpakai, tak berguna dan yang tidak diinginkan telah disingkirkan sesudah tugas membangun itu selesai, gedung megah itu akan terlihat dengan jelas dalam segala kebesaran dan keindahannya.

Allah adalah Arsitek Agung, Perencana besar sepanjang zaman. Di dalam FirmanNya yang tertulis, Allah dengan kemurahan hati memperkenankan kita untuk meninjau rencana PenebusanNya yang agung. Jangan biarkan perbuatan manusia menyembunyikan pandangan mentalmu dari rencana Allah yang ajaib ini. Hasil kerja mereka akan lenyap; tujuan Allah akan tetap bertahan. Tak satupun pekerjaan manusia dapat menggagalkan rencana itu, sebagaimana dinyatakan di dalam puisi: "Sekalipun di atas tiada yang membantuNya! Allah tidak memerlukan bantuan manusia; Sekalipun seluruh dunia menentangNya! llah akan melaksanakan rencanaNya". Kita tidak dapat mendekat, tanpa membawakan suatu persoalan yang penting di hadapan anda. Setelah menunjukkan gedung yang mulia, sekarang kita harus menunjukkan jalan-jalan yang menuju kesana. Bagaimana kita harus memasuki
istana indah ini dan hidup dengan RAJA dalam kebesaranNya? Pertama-tama kita HARUS KELUAR dari dunia. Dasar-dasar susunan Dunia Baru yang akan datang ini terletak di dalam

Perjanjian Allah dengan Abraham. Orang ini yang namanya semula adalah Abram, dipanggil oleh Allah dari ngerinya Ur, untuk pergi ketempat yang telah ditunjukNya, untuk diberikan kepadanya untuk selama-lamanya (tanah Kanaan). Untuk memiliki sesuatu untuk selama-lamanya, orang harus hidup selama-lamanya. Kemudian inilah janji KEHIDUPAN KEKAL. Lihatlah syarat-syarat perjanjian ini dalam Kejadian Bab 12 ayat 1 -3 . Bacalah juga Kejadian 13 ayat 14 - 17. Perhatikan bahwa Allah menjanjikan tiga hal:

(1). Memiliki untuk selama-lamanya tanah yang didatangi oleh Abram.

(2). Banyak keturunan, sedangkan ia bersama isterinya telah lanjut usianya, dan masih belum mempunyai keturunan.

(3). Karunia kepada semua bangsa dalam dia dan keturunannya.

Setelah Abram pindah ke tanah yang dinjanjikan, Allah berfirman kepadanya: "Namun tidak akan lagi dipanggil Abram, tetapi namamu akan menjadi ABRAHAM, karena Aku telah membuatmu bapak dari BANYAK BANGSA". (Kej 17:5) "Abraham" berarti "bapa dari jumlah yang besar sekali". Dan ini membuat janji Perjanjian Dunia.

Itu menunjukkan pada kenyataan (yang akan diungkapkan kemudian) bahwa salah satu dari janji itu, apabila ia menerima persyaratan Allah. Petrus menyatakan suatu kebenaran yang sederhana tetapi penuh kebesaran ketika ia berkata - tepat sebelum ia membaptis orang kafir pertama yang bertobat: "Allah tiada menilik atas rupa orang, melainkan di antara segala bangsa yang takut akan Dia dan mengerjakan amal saleh, ialah yang diperkenankan olehNya" (Kis 10:34).

Paulus  berbicara dengan jelas mengenai hal ini dalam Galatia bab 3. Ia menceritakan kepada kita, bahwa "mereka yang beriman adalah anak-anak Abraham" (ayat 7). Dalam ayat berikutnya ia menunjukkan kepada kita, bahwa INJIL dari Kerajaan yang dikabarkan oleh Yesus dan murid-muridNya, memiliki dasar dari janji-janji Abraham ini. Ia berkata: "Alkitab, yang menubuatkan, bahwa Allah akan mengampuni penyembah-penyembah berhala" (yaitu bangsa kafir) "melalui iman, yang dikabarkan sebelum Injil kepada Abraham, yang menyatakan, di dalammu semua Bangsa akan diberkati.

Jadi mereka yang beriman akan diberkati bersama Abraham yang setia" Abraham menunjukkan imannya yang besar dengan mempercayai Firman Allah dan bertindak atas dasar itu. Kita membaca di dalam Ibrani 11 ayat 8 dan 9. "Dengan iman Abraham, ketika dipanggil untuk pergi ke suatu tempat yang akan diterima sebagai milik pusaka,-percaya: dan ia berangkat, tanpa mengetahui kemana. Dengan iman ia menjelajahi tanah perjanjian, seperti di negeri asing".

Sepanjang hidupnya Abraham tidak pernah  kehilangan iman dalam janji Allah. Ia tidak pernah menerima tanah. "Allah tidak pernah memberi kepadanya milik pusaka tanah itu,setapak kakipun tidak" (Kis.7:5).Namun Abraham "mati dalam iman, tidak menerima janji-janji itu, tetapi telah melihatnya jauh" yaitu dengan mata iman (Ibr.11:13). Semacam itulah iman yang dikehendaki Allah dari kita.Bukan darah Abraham dalam nadi kita yang diperlukan,tetapi iman Abraham didalam hati kita. Abraham,sebagai pewaris dunia.

PEWARIS DUNIA

Adalah benar-benar dinyatakan sebagaimana telah dijanjikan Allah,dan Allah akan melaksanakannya (Rom.4:13-25).Allah memang akan melaksanakan pada saat Abraham dibangkitkan dari antara orang mati,akhirnya untuk memasuki tanah milik pusaka yang dijanjikan dalam Kerajaan Allah (Mikha.7:20, Mark.12:26).Semua keturunan Abraham yang setia pada itu akan bersama dia.Yesus sendiri berkata "Banyak akan datang dari Timur,dan Barat,dan Utara,dan dari Selatan,dan akan duduk bersama Abraham dan Ishak dan Daud dalam Kerajaan" (Mat.8:11, Luk.13:28,29).

Kita sekarang harus bertanya :Langkah apa yang harus kita ambil untuk memperoleh sebuah tempat diantara orang suci yang setia dari masa lampau ? Lagi pula kita dibawa kepada kepercayaan dan baptisan sebagai jawaban - yaitu kepada iman dan kepatuhan yang rendah hati. Dalam Galatia 3:16 Paulus mengatakan kepada kita dengan jelas, bahwa KRISTUS ADALAH BENIH ABRAHAM di mana berkat yang dijanjikan akan ada padaNya. Kematian dan kebangkitanNya dipersembahkan "untuk memperkuat janji-janji yang dibuat kepada nenek moyang" (Rum 15:8).

Sekarang telah menjadi kesenangan Allah, bahwa BAPTISAN sebagai syarat di mana orang lelaki maupun perempuan - baik orang Yahudi atau bukan orang Yahudi karena kelahiran- dapat menjadi satu dengan Kristus. Inilah apa yang dikatakan Paulus dalam Gal 3:26-29. "Karena kamu semua adalah anak-anak Allah oleh sebab iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua yang telah dibaptiskan di dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Maka tiada lagi orang Yahudi atau orang Gerika, tiada lagi hamba atau orang merdeka, tiada lagi laki-laki atau perempuan, karena kamu ini sekalian menjadi satu di dalam Yesus Kristus". Dan perhatikan ini!- "jikalau kamu menjadi milik Kristus, KEMUDIAN KAMULAH BENIH ABRAHAM, dan Pewaris Menurut Injil".

Dalam menjadi milik Kristus, kita menjadi pewaris dari semua yang diwarisi Kristus (Rum 8:17). Tidak ada pengharapan bagi orang-orang yang terpisah dari ini, "terkecuali dari janji-janji yang besar dan sungguh-sungguh berharga" (2 Pet 1:4). Bahkan Nikodemus, yang sudah menjadi penghulu bangsa Yahudi, diberi tahu oleh Yesus, bahwa ia harus dilahirkan kembali, yaitu, dilahirkan dari air dan roh, sebelum ia dapat memperoleh tempat dalam Kerajaan Allah (Yoh 3:31-7). Sekarang kita dapat menunjukkan, bahwa pengharapan orang-orang Kristen dulu adalah Pengharapan Bani Israel yang berdasarkan janji-janji Allah kepada Abraham dan Daud (Kis 1:6).

Paulus, ketika ia muncul sebagai orang hukuman di depan Raja Agripa berkata: "Sekarang aku berdiri dan diadili demi pengharapan janji yang dibuat Allah kepada nenek-moyang kita" (Kis 26:6). Kemudian, ketika dibelenggu di Roma, ia menyatakan : "Demi pengharapan Bani Israel aku di-ikat dengan rantai ini" (Kis 28:20). Adalah Paulus lagi yang menyatakan, bahwa apabila kita "orang asing dari persetujuan", kemudian kita tanpa Kristus ... TIDAK MEMILIKI PENGHARAPAN, dan tanpa Allah di dunia (Ep 2:12). Dan itu adalah keadaan yang benar-benar menyedihkan. Dengan baptisan kedalam kematian Kristus, mereka yang dahulu jauh dibuat dekat (ayat 13). Dan itu menimbulkan pertanyaan kepada kita: "Apakah baptisan itu?". Mengenai bentuk luarnya: Baptisan adalah Penguburan di dalam Air.

BAPTISAN

Di antara orang-orang Kristen dulu bentuknya selalu demikian. Tidak ada bentuk lain yang dilakukan, karena kita tidak berhak menentang perintah Allah. Dalam bab 8 dari Kisah Para Rasul, kita diberitahu, bagaimana seseorang dibaptis oleh Filipus. Catatan itu berbunyi: "Mereka keduanya masuk kedalam air ... dan ia membaptisnya. Dan ketika mereka muncul dari dalam air ...dst." (ayat 38:39). Kemudian dalam Rum 6:3 dan 4, kita membaca kata-kata Paulus: "Tidakkah kamu mengetahui bahwa banyak dari antara kita ketika dibaptiskan kedalam Yesus Kristus dibaptiskan kedalam kematianNya? Oleh karena itu kita dikubur bersama Dia oleh baptisan kedalam kematian; seperti Kristus dibangkitkan dari antara orang-orang mati oleh kebesaran Bapa, demikian pula kita harus berjalan dalam pembaruan hidup". Ini membawakan kita kepada pengertian baptisan dan apa yang diperbuat untuk orang yang menyerahkan diri. (Kita katakan sebelumnya bahwa kita akan meninjau soal ini kemudian).

Kita sekarang mengetahui bahwa penguburan menunjukkan kematian hanya orang-orang mati itu dikubur. Dan apabila seseorang mati, ia tidak akan berbuat dosa. Dalam Rum 6:6,7. Paulus mengatakan kepada kita: "Orang lama kita disalib bersama Dia" (Kristus), bahwa tubuh, karena dosa dapat dihancurkan, sesudah itu kita tidak melayani dosa. "Karena, barangsiapa mati, bebas dari dosa". Baptisan dalam pada itu adalah penguburan dari seseorang yang suka menganggap dirinya Tentu saja Mati sebab Dosa tetapi hidup pada Allah melalui Yesus Kristus, Tuhan kita" (ayat 11). Itu juga menunjukkan kebangkitan kembali, yang kemudian bangkit untuk memulai hidup baru lagi. Bangkit dari kubur menandakan hidup baru, di mana kita hidup atau akan hidup - dalam kecintaan atau patuh terhadap kehendak Allah.

Pertimbangan kata-kata Paulus di dalam Efesus bab 2 ayat 1 - 10, juga kata-kata Petrus dalam surat Pertama bab 4 ayat 1 - 3., Tuhan kita Yesus Kristus sendiri "Mensalibkan Tubuh" sebagai seorang yang hidup, dan "mereka yang menjadi milik Kristus" harus berusaha berbuat sama (Gal 5:24).

Orang yang dibaptis dalam kematian Kristus harus menjunjung tinggi hukum Allah menentang dosa. "Upah dari dosa adalah kematian!" (Rum 6:23). Pelanggar yang bertobat, "diampuni secara bebas oleh Anugerah Allah melalui penebusan yang ada dalam Yesus Kristus, yang dikirim oleh Allah sebagai Pendamai dengan jalan iman kepada darahNya" (Rum 3:24,25). Atas dasar ini Allah mengampuni. Seorang yang oleh baptisan telah mati bersama Kristus, dikubur, dan bangkit lagi, dapat mengatakan : "Aku Disalib bersama Kristus sekalipun demikian, aku hidup, namun bukan aku tetapi Kristus hidup di dalam diriku; dan kehidupan yang sekarang; hidup dalam tubuh, aku hidup oleh iman Putera Allah yang mengasihi aku dan memberikan diriNya untukku: (Gal 2:20 ).

Kita dapat meringkas apa yang diperbuat baptisan untuk kita dengan mengatakan:

(1). Dosa kita diampuni demi Yesus, sebagai lambang - telah dicuci atau disucikan (Kis 22:16).

(2). Kita dipersatukan dengan Yesus Kristus dan mengangkat nama-Nya yang menyelamatkan (Kis 4:12)

(3). Karena menjadi satu dengan Dia, kita masuk di alam ikatan Perjanjian Abraham yang baru (Gal 3:27,29). dengan demikian kita menerima hak untuk memasuki kehidupan kekal yang tidak pernah kita peroleh sebelumnya. Walaupun masih menjadi seorang yang fana, penganut yang patuh, sekarang menjadi ahli waris dari Kehidupan Kekal (Rum 8:17, Tit. 1:2), dan sampai Yesus kembali, itu tetap tinggal suatu soal janji dan pengharapan (1 Yah 2:25; Tit 3:7).

Kita dapat melihat kemudian, bahwa apabila seseorang dibaptis, ia "Dilahirkan Kembali" (Yah 3:3-7; 1 Pet 1:23). tidak dalam tubuh, tetapi di dalam fikiran (Rum 12:2). Beberapa pun umur tubuhnya pada waktu itu, ia menjadi "bayi yang baru lahir" dalam Kristus, dan ia TUMBUH dengan "susu murni dari Firman" (1 Pet 2:2). Sebelum baptisan, ia berada "dalam Adam", sekarang ia "dalam Kristus". Paulus menulis dalam 2 Kor 5:17 "Apabila seseorang ada dalam Kristus, ia adalah Suatu Ciptaan Yang Baru: hal-hal yang lama telah lalu, perhatikan semua barang menjadi baru". Seseorang semacam itu memperoleh posisi baru, status baru dalam pandangan Allah Dimana ia dulu "seorang asing bagi persetujuan perjanjian", ia sekarang menjadi "kawanan setanah air dengan orang-orang suci" (Ef: 2:12, 13, 19). Ia sekarang diangkat sebagai anggota keluarga Allah, seorang Putera Allah dan saudara dari Yesus Kristus (Yoh 1:12; Rum 8:14-19; Gal 4:6,7; Ibr 2:10). Perhubungan ini dapat dinyatakan dalam satu kata: "Kristadelfian" yang berarti Saudara Kristus, pokok nama Kristus dan kata Yunani dari Saudara, dijadikan satu istilah.

Yesus berkata, bahwa Ia tidak malu memanggil mereka itu Saudara-saudaraNYa, yaitu mereka yang melakukan kehendak Allah (Ibr 2:11; Mat 12:50). Untuk menjadi anak angkat Allah adalah suatu kehormatan yang tertinggi yang dapat dicapai orang yang fana. Keajaibannya begitu menggerakkan Rasul Yohanes, sehingga ia mengatakan : "Lihatlah betapa besar kasih yang dianugerahkan bapa kepada kita, sehingga kita disebut Putera Allah" (1 Yoh 3:1). Setelah menerima panggilan Injil, orang tidak hanya memeluk harapan yang besar, cita-cita baru, sikap baru terhadap dunia dan cara-caranya, tetapi ia mendapatkan tujuan baru di dalamnya hidup, Tujuan baru dari hidupnya sekarang adalah yang ditunjukkan oleh Tuhannya, ketika ia berkata: "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya" (Mat 6:33). Keduanya berjalan bersama. Tiap orang yang bijaksana akan berusaha sebaik-baiknya untuk menyesuaikan kehidupan dengan tujuan besar itu. Kita mengatakan, bahwa hanya "dengan iman" orang berdosa dapat memasuki tingkat mereka, yang disebut menjadi "orang suci" (Rum 1:7). Tetapi kepatuhan juga diperlukan untuk meyakinkan penerimaan pada waktu kedatangan Tuhan. Kita disuruh untuk menjadi "pelaksana-pelaksana" Firman itu, bukan hanya pendengar (Yak 1:22).

"Iman tanpa Perbuatan adalah Mati" (Yak 2:20, 26)

Perbuatan yang dikehendaki Allah adalah memelihara Hukum Kristus. Membaca Firman Allah tiap hari akan menolong kita mengetahui dan merenungkan hukum-hukum tersebut. Seperti "hukum dan para nabi" semua ini dapat diringkas ke dalam dua hukum dasar yang besar, yaitu:

(1) Hendaklah kamu MENYINTAI Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu dan sepenuh jiwamu dan sepenuh fikiranmu dan sepenuh kekuatanmu dan

(2) Hendaklah kamu MENYINTAI sesamamu, seperti dirimu sendiri. Yesus sendiri berkata: Tidak ada lagi hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini (Mar 12:30,31). "Kasih adalah Penggenapan Hukum" (Rum 13:10)

Itu adalah "jalan pendek" untuk memelihara semua hukum yang telah diberikan oleh Pemberi Hukum yang besar kepada orang-orang (Rum 13:9). Cinta kita terhadap Allah dan semua manusia adalah efek dari itu (1 Yoh 4:10). "ALLAH adalah KASIH" dan "Kasih adalah dari Allah" (ayat 7,8). Kita mencintai Dia, sebab Ia pertama-tama mengasihi kita (ayat 19). Sekarang apabila kita mencintai Bapa, kita tidak akan mencintai dunia, dalam pengertian mencintai dan atau menginginkan cara yang ingkar terhadap Allah. Yakub bertanya : Tidakkah kamu mengetahui, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Oleh karena itu barangsiapa menjadi kawan dari dunia adalah musuh Allah " (Yak 4:4). Yahya menjelaskan soal itu ketika ia menulis: "Janganlah Mengasihi Dunia, juga hal-hal yang ada di dunia. Apabila seseorang mencintai dunia, kasih Bapa tidak ada padanya".

Sekarang perhatikan ini: "Untuk semua yang ada di dunia ini, nafsu tubuh dan nafsu mata dan kecongkakan hidup, bukanlah daripada Bapa, tetapi daripada dunia. Jika dunia mati, begitu pula nafsu; Tetapi barangsiapa yang berbuat menurut kemauan Allah, TINGGAL SELAMA-LAMANYA" (1 Yoh 2: 15 - 17). Kata-kata yang sederhana ini sangat direnungi oleh orang-orang laki-laki maupun perempuan yang tertarik kepada hal-hal yang akan berlangsung. Pada malam pengkhianatan Yesus berdoa bagi murid-muridNya yang akan segera ditinggalkan : "Aku berdoa agar supaya engkau tidak mengeluarkan mereka dari dunia, tetapi hendaklah Engkau menjauhkan mereka dari kejahatan. Mereka Bukan daripada Dunia seperti Aku juga bukan daripada dunia. Kuduskanlah mereka itu di dalam kebenaran; firmanMu itulah kebenaran" (Yoh 17: 15 - 17). Oleh karena itu, berada di dunia, tetapi bukan dari dunia, adalah keadaan dari umat Allah yang menunggu kedatangan Rajanya dari Sorga. Melalui pengabaran firmanNya yang penuh dengan kebesaran, Allah mengunjungi orang-orang kafir untuk mengeluarkan mereka sebagai 'Bangsa untuk namaNya. (Kis 15:14) Injil adalah satu panggilan untuk pemisahan, sebagaimana kepada Abraham Allah berseru "Keluarlah", begitu pula terhadap mereka yang akan menjadi anak-anakNya. Allah masih berfirman : "KELUARLAH dari antara orang-orang kafir dan terpisahlah, dan janganlah menyentuh barang-barang yang najis, dan Aku akan menerimamu, dan Aku akan menjadi Bapa bagimu, dan kamu akan menjadi anak-laki-laki dan anak perempuan-Ku, Kata firman Tuhan yang Maha Kuasa" (2 Kor 6:17,18). Mengenai keluar ini, mempunyai banyak arti dengan bagaimana kita hidup, daripada di mana kita hidup. Mereka yang mematuhi panggilan Allah untuk "Keluar" tidak mengambil bagian dalam politik dunia yang jahat pada dewasa ini. Mereka tiap hari menunggu dan berdoa untuk satu Kerajaan yang akan mematahkan persoalan-persoalan yang ada sekarang ini. (Dan 2:44; Mzm 2:8,9). Sementara itu adalah perintah Tuhan bahwa mereka "jangan melawan kejahatan" (Mat 5:39).

Memperhatikan perintah itu "Jangan kamu terkena kutuk bersama orang yang tidak beriman" (2 Kor 6:14). Mereka kawin "hanya atas nama Tuhan" (1 Kor 7:39), dan mereka menganggap sumpah perkawinan mengikat sampai mati (Mat 19:5,6; 5:32).

Mereka menghindarkan kebiasaan-kebiasaan dan kesenangan-kesenangan yang tidak sesuai dengan hukum Kristus. Walaupun tidak daripada dunia, namun mereka diminta berbuat baik terhadap semua orang (Gal 6:10), untuk membiarkan cahaya mereka bersinar di hadapan orang-orang (Mat 5:16; 1 Pet 2:9), mencari untuk menyebarkan Kebenaran Allah yang menyelamatkan.

Suatu Tugas Penting

Suatu tugas penting untuk saudara-saudara dalam Kristus adalah berkumpul pada hari pertama tiap Minggu untuk berdoa kepada Bapa dan untuk mengenang PuteraNya dengan cara yang ditunjukkan oleh Yesus sendiri, yaitu dengan makan roti yang telah dipecahkan (lambang dari tubuhNya), dan minum anggur yang telah dituangkan (lambang dari darahNya yang ditumpahkan). Mereka mengerjakan ini sebagai peringatan kasih dari pengorbananNya, sampai Ia datang (Luk 22:19,20; 1 Kor 11:23-29). Dengan cara demikian, mereka mengikuti contoh orang-orang Kristen pertama, meneruskan dengan tekun ajaran dan persekutuan rasul-rasul, dan di dalam hal memecahkan roti dan doa (Kis 2:42), bersuka-ria melihat banyak tanda-tanda yang menguatkan iman mereka sebagai pertanda Tuhan yang makin hari makin dekat (Ibr 10:25; Yak 5:8). Sementara itu banyak yang harus dikerjakan oleh fihak mereka, menekankan tanda demi pahala panggilan yang tinggi dari Allah dalam Yesus Kristus (Pil 3:14). Yesus bersabda : "Tiada seorangpun yang berpegang kepada tenggala serta menoleh kebelakang berlayak bagi Kerajaan Allah" (Luk 9:12). Setelah mulai, kita harus Tidak berbalik kembali.

Kita memperoleh pelajaran yang mendalam dan sungguh-sungguh dari sejarah bangsa kuno, milik Allah, bangsa Israel. Mereka dipanggil dari perbudakan gelap di tanah Mesir, untuk dibimbing oleh Musa ke tanah yang dijanjikan. Perjalanan mereka di padang belantara merupakan masa ujian mereka, tetapi beribu-ribu dari mereka gagal. Ketika iman mereka diuji, hati mereka berpaling kepada apa yang telah mereka tinggalkan (Bil 14:3,4). Dan sebagai hasilnya mereka tidak mencapai tujuannya. Sekarang, bacalah apa yang dikatakan Paulus tentang hal ini di dalam 1 Kor 10:1-11. Baca juga kata-kata Yehuda ayat 5 di mana ia mengingatkan kita
"bahwa Tuhan yang telah menyelamatkan bangsa itu dari tanah Mesir, sesudah itu menghancurkan mereka yang tidak percaya". Ada sebuah pepatah yang berbunyi: "Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah". Langkah pertama yang bagaimanapun pentingnya, bukanlah perjalanan yang telah selesai. Lebih banyak langkah maju harus dijalankan. Baptis, walaupun penting, bukanlah semuanya. "Terus menerus mengerjakan pekerjaan yang baik dengan sabar" adalah yang dikehendaki Allah dari kita (Rum 2:7).

Jalan itu terbentang naik terus dan memanjang. Setelah itu tindakan pertama dari iman. "Ada suatu peperangan yang harus ditempuh. Ada suatu lomba lari yang harus dijalani. Mahkota kemuliaan untuk dicari. Suatu kemenangan untuk diperoleh". Dalam Ibrani 6:1 kita membaca: "Baiklah berhenti daripada menerangkan pengajaran Kristus, Marilah kita berjalan terus menuju Kesempurnaan".

Ini adalah benar-benar bernilai tinggi. Namun ini adalah panggilan kita dengan tujuan kehidupan kita dalam Kristus. Kristus sendiri adalah pola kita. Ia tidak hanya "menderita untuk kita, yang meninggalkan kita sebagai contoh yang harus kita ikuti jejak-Nya" (1 Pet 2:21), tetapi Ia tiap hari menolong kita berjalan dalam kepatuhan di jalan yang telah Ia lalui. Kendatipun kita berusaha, ada kalanya kita gagal, karena kelemahan, tetapi ada obatnya apabila kita benar-benar bertobat. "Apabila seseorang berdosa, kita memiliki seorang pengacara (pembela) dengan Bapa, Yesus Kristus yang benar" (1 Yah 2:1). Betapa besar kebijaksanaan, kemurahan dan kasih sayang Bapa dalam menyediakan Perantara yang keperluannya yang utama dan yang - karena telah menderita, dicoba - dapat menolong mereka yang tergoda (Ibr
2:18). Dalam pekerjaan yang agung membangun karakter yang menyenangkan pandangan Allah, "kita adalah Pekerja-pekerja bersama Allah" (1 Kor 3:9). Betapa eratnya kerja-sama ini ! Bagaimana dapat gagal, terkecuali kalau kita sendiri yang gagal. Orang Kristen yang sejati sekarang (Kis 11:26) bertujuan "seperti Kristus dalam sifatNya",  jadi apabila sekarang Yesus datang kembali ia akan dibuat "seperti Dia", dalam sifat-sifatnya yang besar yang dimilikiNya (1 Yoh 3:2; Fil 3:20,21). Untuk mengerjakan ini kita harus belajar, menambah dan mengurangi. Kita harus mengurangi, menunda, menyisihkan pekerjaan "cara-cara orang lama" yang memiliki nafsu tubuh (Ef 4:22,25-31; Kol 3:8,9: Ibr 12:1). Kita harus menambah sifat-sifat, atau memakai mutu "orang-orang baru" di dalam Roh; dalam kata lain, atribut Kristus (Ef 4:24; Kol 3:10,12-14; Gal 5:22,23; 2 Pet 1:5-8).

Kata peringatan yang halus, di sini: apa bila proses ini membawa kita dalam pencobaan dan penderitaan, itu tidak perlu mengherankan kita. Itu telah menyenangkan Allah, dalam membawakan banyak putera-putera kedalam kemuliaan untuk membuat "kapten Keselamatan mereka Sempurna melalui Penderitaan" (Ibrani 2:10)

Banyak anak-anak tidak dapat diharapkan "disempurnakan" (Ibr 11:40) dengan cara lain, kecuali yang ditunjuk Allah untuk "Kapten" mereka. Emas dimurnikan dengan api. Permata diperindah dengan digosok. Batu-batu hidup yang diperuntukkan membangun candi-rohnya Allah harus dibentuk (1 Pet 2:5,6). "Yesus Kristus sendiri" adalah "batu penjuru yang utama" (Ef 2:20,21), dan tiap batu lain, harus dibuat se-irama dengan itu. Untuk menunjang kita melalui zaman percobaan ini, kita perlu iman semacam yang dimiliki Abraham. Melihat dengan mata iman itu, kita harus selalu mengambil pandangan jarak jauh dan tidak pernah putus asa (2 Kor 4:8). Kita yakin, bahwa "segala sesuatu" - (bahkan hal-hal yang tampaknya sangat berat untuk dipikul), "bekerja sama demi kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah, bagi mereka yang dipanggil menurut tujuanNya" (Rum 8:28). Itu adalah bagus untuk memperhitungkan beayanya.

Memperhitungkan Beayanya.

Rasul Paulus adalah Putera Allah yang banyak menanggung derita dalam perjalanan pencobaan-pencobaan yang berat. Dan inilah kata-katanya yang singkat "Aku berpendapat, bahwa penderitaan pada zaman ini tidak layak dibandingkan dengan KEMULIAAN yang akan diberikan kepada kita" (Rum 8:18). Di tempat lain ia menulis "Penderitaan kecil yang bersifat sementara, bekerja untuk kemuliaan kita yang kekal dengan cara yang jauh lebih cepat, sementara kita melihat bukan pada hal-hal yang tampak; karena hal-hal yang tampak bersifat temporer; tetapi hal-hal yang tak tampak bersifat KEKAL" (2 Kor 4:17,18), (Lihat Ibr 11:1).

Yesus mengajukan pertanyaan di depan pendengar-pendengarNya untuk meninjau untung-ruginya. Itu menolong kita untuk memperoleh ukuran yang sungguh-sungguh benar mengenai nilai-nilai "Apakah keuntungan orang, apabila ia memperoleh dunia seluruhnya tetapi kehilangan nyawanya sendiri?" Dengan istilah-istilah lain; Seorang, ditambah dunia. dikurangi hidupnya, sama dengan APA?. Jawabnya begitu sederhana, bukan? Mengingat semua ini, betapa pentingnya Sesudah Baptis kita dengan bebas mempergunakan pertolongan-pertolongan besar itu, yang telah diberikan Allah kepada umat-umatNya untuk menguatkan dan menunjang mereka dalam menunggu dan bekerja demi KerajaanNya. Ini adalah:

1). Bacaan harian dan mempelajari FirmanNya yang berharga (Mazm.1:2 ; 119:97,105;  Yoh.5:39; Kis.17:11;  2 Tim.3:16,17).

2). Mendekatlah diri kepada tahta rahmatNya dalam doa melalui IMAM AGUNG YANG TINGGI menurut petunjukNya  (Ibr.4:14,15;  1 Yoh.2:1).

3). Berkumpul secara teratur dengan mereka yang "memiliki iman berharga" (2 Pet.1:1) dalam peringatan mengasihi Kristus (Ibr. 10:25).

Ini bagian dari RENCANA  ALLAH   DENGAN  MANUSIA  bahwa dengan cara ini harus berjalan Terus Pekerjaan Agung untuk mempersiapkan "Bangsa yang Disiapkan untuk Tuhan" (Lukas 1:17 )

Apakah  ANDA  salah satu dari mereka ?  Tentunya anda tertarik pada RENCANA  ALLAH. Jikalau tidak, tentunya anda tidak akan membaca sampai sejauh ini.  Kemudian, mengapa tidak mempercayakan iman anda di dalam janji Allah ? Itu tidak mungkin gagal. Itu posotip. Itu tepat.

Satu  kata terakhir

Waktu itu pendek. Dunia kita dewasa ini berada  pada ujung perubahan  yang hebat yang telah kita sebutkan tadi. Sementara itu " kesabaran  Tuhan kita adalah  Keselamatan" ( 2 Pet.3:15). Ia mengundang kita untuk hidup selama-lamanya; tetapi Ia tidak memaksa kita untuk menerima ampun dan karuniaNya.

ANDA  harus memilih secara bebas ! Panggilan Alkitab terakhir,  adalah Barangsiapa mau Biarlah  ia mengambil  air kehidupan dengan  bebas" (Wahyu. 22:17).

Ingatlah  juga, bahwa hidup kita yang pendek  dewasa ini adalah  begitu  tak  menentu, kita  memegangnya dengan benang yang tipis. "Apakah hidup anda itu ? Ia bahkan merupakan  uap yang tampak sebentar  dan kemudian lenyap "  (Yak.4:14).

Bijaksanalah, Allah memberikan hanya sesaat - dan untuk sesuatu tujuan.  Gunakanlah sebaik-baiknya selagi anda memilikinya. Tiada orang lemah, tak berdaya dan tak kekal yang akan menolak tawaran itu, untuk hidup selama-lamanya.

Kemudian , kebijaksanaan kita terletak pada penggunaan hidup yang kita miliki, bahwa melalui rakhmat Allah itu dapat membawa kita kepada "kemuliaan, kehormatan dan kekekalan" (Rom.2:7), dalam kerajaanNya yang akan datang .

Para  pembaca   yang terhormat,  inilah hari  kesempatan dan jangan lupa , tiap  hari  mempunyai  akhirnya  ( Yoh. 9:4 ).  Ketahuilah,sekarang  ini waktu  yang tepat.  SEKARANG adalah  hari  keselamatan  (2 Kor. 6:2 ). Jadi  " HARI  INI ,   apabila anda  mendengar  suaraNya " (Mazm.95:7;  Ibr.3:7).

" Carilah  Tuhan , selagi  Ia  dapat  ditemukan ; Panggilah  NamaNya,  selagi  Ia  dekat"  ( Yes.55:6 ).

SEKARANG ADALAH  WAKTUNYA!

" Oh, berbahagialah  orang Yang  mengerti  berita  yang  menggembirakan - Rencana  Keselamatan  yang  mengherankan; Baginya  semua  kecukupan".

Gereja Saudara dalam Kristus Indonesia
Kerten Rt 01 Rw 10,
Jl. Mundu III No.40.
Solo 57143.
Tel/Fax. 0271.720964

alkitab@eudoramail.com

Bible Mission, PO Box 10 Strathfield 2135 NSW, Australia

Gereja Saudara dalam Kristus Indonesia